7 Negara Barat Ini Terus Pasok Senjata ke Israel Meski Sudah Bunuh 31.000 Warga Gaza
Selasa, 19 Maret 2024 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Oxfam Denmark, ActionAid Denmark, Amnesty International dan organisasi hak asasi manusia Palestina; Al-Haq, mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa kasus tersebut telah diajukan terhadap Kementerian Luar Negeri dan Kepolisian Nasional, yang menyetujui penjualan senjata dan peralatan militer Denmark.
Selama beberapa tahun, Denmark telah mengizinkan perusahaan Denmark mengekspor komponen jet tempur F-35 melalui kerja sama pertahanan yang dipimpin Amerika Serikat (AS). AS menjual jet tempur yang sudah jadi ke Israel.
Israel adalah negara pertama—selain AS—yang mengerahkan jet tempur tersebut, menurut pernyataan bersama tersebut.
Hampir 28 persen ekspor militer Israel berasal dari Jerman. Pada November 2023, pemerintah Jerman menyetujui ekspor peralatan senilai USD323 juta ke Israel, termasuk peralatan untuk sistem pertahanan dan komunikasi.
Dalam beberapa minggu pertama setelah dimulainya serangan Israel di Gaza, Jerman menyetujui 185 permohonan izin ekspor tambahan terkait pasokan senjata dari Israel.
Meskipun Jerman pada dasarnya menyetujui pengiriman kendaraan lapis baja dan peralatan pelindung bagi tentara ke Israel, sebuah laporan di majalah Spiegel pada bulan Januari menyatakan bahwa pemerintah sedang meninjau dan berencana untuk menyetujui pengiriman amunisi tank sensitif yang diminta oleh Israel.
Prancis telah menjual peralatan militer senilai lebih dari USD226 juta ke Israel selama 10 tahun terakhir, menurut data Kementerian Pertahanan Prancis.
Menteri Pertahanan Prancis Sebastien Lecornu mengatakan negaranya “sebagian besar memberikan dukungan militer kepada Israel.”
Ada seruan yang semakin meningkat di Prancis untuk menghentikan dukungan senjata kepada Israel. Anggota partai sayap kiri mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk berhenti menjual senjata ke Israel dan menciptakan transparansi mengenai apa yang dijual.
Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau telah mengesahkan setidaknya USD21 juta izin baru untuk ekspor militer ke Israel.
Menurut gugatan yang diajukan pada bulan Maret oleh Canadian Lawyers for International Human Rights, organisasi Palestina; Al-Haq, dan empat individu, nilai izin tersebut melebihi nilai yang diizinkan pada tahun sebelumnya.
Pemerintahan Trudeau mendapat kecaman atas penjualan senjata yang terus berlanjut ke Israel.
Aktivis dan kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah menggunakan celah peraturan untuk mengekspor peralatan militer ke Israel meskipun ada undang-undang yang melarang ekspor senjata ke pihak asing jika ada risiko senjata tersebut digunakan dalam pelanggaran hak asasi manusia.
Selama beberapa tahun, Denmark telah mengizinkan perusahaan Denmark mengekspor komponen jet tempur F-35 melalui kerja sama pertahanan yang dipimpin Amerika Serikat (AS). AS menjual jet tempur yang sudah jadi ke Israel.
Israel adalah negara pertama—selain AS—yang mengerahkan jet tempur tersebut, menurut pernyataan bersama tersebut.
3. Jerman
Hampir 28 persen ekspor militer Israel berasal dari Jerman. Pada November 2023, pemerintah Jerman menyetujui ekspor peralatan senilai USD323 juta ke Israel, termasuk peralatan untuk sistem pertahanan dan komunikasi.
Dalam beberapa minggu pertama setelah dimulainya serangan Israel di Gaza, Jerman menyetujui 185 permohonan izin ekspor tambahan terkait pasokan senjata dari Israel.
Meskipun Jerman pada dasarnya menyetujui pengiriman kendaraan lapis baja dan peralatan pelindung bagi tentara ke Israel, sebuah laporan di majalah Spiegel pada bulan Januari menyatakan bahwa pemerintah sedang meninjau dan berencana untuk menyetujui pengiriman amunisi tank sensitif yang diminta oleh Israel.
4. Prancis
Prancis telah menjual peralatan militer senilai lebih dari USD226 juta ke Israel selama 10 tahun terakhir, menurut data Kementerian Pertahanan Prancis.
Menteri Pertahanan Prancis Sebastien Lecornu mengatakan negaranya “sebagian besar memberikan dukungan militer kepada Israel.”
Ada seruan yang semakin meningkat di Prancis untuk menghentikan dukungan senjata kepada Israel. Anggota partai sayap kiri mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk berhenti menjual senjata ke Israel dan menciptakan transparansi mengenai apa yang dijual.
5. Kanada
Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau telah mengesahkan setidaknya USD21 juta izin baru untuk ekspor militer ke Israel.
Menurut gugatan yang diajukan pada bulan Maret oleh Canadian Lawyers for International Human Rights, organisasi Palestina; Al-Haq, dan empat individu, nilai izin tersebut melebihi nilai yang diizinkan pada tahun sebelumnya.
Pemerintahan Trudeau mendapat kecaman atas penjualan senjata yang terus berlanjut ke Israel.
Aktivis dan kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah menggunakan celah peraturan untuk mengekspor peralatan militer ke Israel meskipun ada undang-undang yang melarang ekspor senjata ke pihak asing jika ada risiko senjata tersebut digunakan dalam pelanggaran hak asasi manusia.
Lihat Juga :