Wilayah Pecahan Georgia Justru Ingin Jadi Bagian dari Rusia, Mengapa?

Minggu, 17 Maret 2024 - 16:50 WIB
loading...
Wilayah Pecahan Georgia...
Wilayah pecahan Georgia memilih bergabung dengan Rusia. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Ossetia Selatan, wilayah yang memisahkan diri dari Georgia dan menyebut dirinya negara merdeka, telah berdiskusi untuk menjadi bagian dari Rusia dengan para pejabat Moskow.

Rusia mengakui Ossetia Selatan dan wilayah lain yang memisahkan diri, Abkhazia, sebagai negara merdeka pada tahun 2008 setelah pasukan Rusia berhasil menggagalkan upaya Georgia untuk merebut kembali Ossetia Selatan dalam perang lima hari pada tahun 2008. Venezuela, Nikaragua, Nauru, dan Suriah juga mengakui negara-negara tersebut sebagai negara merdeka.

Namun negara-negara Barat menuduh Rusia secara efektif mencaplok Abkhazia dan Ossetia Selatan, seperlima wilayah Georgia, dan Tbilisi menginginkan kedua wilayah tersebut kembali.

“Kami membahas semua masalah ini dalam koordinasi yang erat dengan Rusia, dengan mempertimbangkan hubungan bilateral dan perjanjian kami,” kata Alan Alborov, ketua parlemen Ossetia Selatan, ketika menjawab pertanyaan tentang kemungkinan mengadakan referendum menjadi bagian dari Rusia.

“Ketika kami mencapai ide ini bersama dengan Federasi Rusia (tentang bergabung dengan Federasi Rusia), kami akan mewujudkannya,” kata Alborov mengutip RIA.

Baca Juga: Meski Disabotase Ukraina, Pemilu Presiden Rusia Akan Memuluskan Jalan bagi Putin

Pemimpin Ossetia Selatan yang didukung Rusia, Alan Gagloev, tahun lalu menyatakan harapan bahwa wilayah tersebut dapat secara resmi dimasukkan ke dalam Rusia.

Ossetia Selatan memisahkan diri dari pemerintahan Georgia dalam perang pada tahun 1991-92 yang menewaskan beberapa ribu orang, dan mempertahankan hubungan dekat dengan wilayah tetangga Rusia, Ossetia Utara.

Mayoritas penduduk Ossetia Selatan secara etnis berbeda dari orang Georgia, dan berbicara dalam bahasa mereka sendiri, yang berkaitan dengan bahasa Farsi.

Hampir seluruh penduduk telah menerima paspor Rusia. Mereka menggunakan rubel Rusia sebagai mata uang dan perekonomian bergantung pada Rusia.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved