Rusia Kirim Senjata Pengubah Permainan ke Ukraina, Seperti Apa?

Rabu, 13 Maret 2024 - 15:58 WIB
loading...
Rusia Kirim Senjata...
Rusia mengirimkan bom yang akan menjadi pengubah permainan di perang Ukraina. Foto/Press TV
A A A
MOSKOW - Angkatan udara Rusia telah mulai mengerahkan bom udara yang kuat untuk melawan Ukraina di tengah kekurangan amunisi di Kiev yang disediakan oleh AS dan sekutu Barat lainnya.

Kementerian Pertahanan Rusia memuji amunisi luncur FAB-500 sebagai “pengubah permainan” dalam perang Ukraina karena potensi destruktif dan jangkauan jelajah hingga 80 kilometer.

Mereka juga mengerahkan FAB-1500, FAB-1500 – senjata seberat 1,5 ton, hampir setengahnya terdiri dari bahan peledak berkekuatan tinggi.

Melansir Press TV, bom-bom tersebut dilengkapi dengan modul perencanaan dan koreksi terpadu (UMPC), yang mengubah bom yang jatuh bebas menjadi amunisi luncur terpandu.

Selain drone, rudal, dan artileri Rusia, bom luncur telah menimbulkan gelombang baru kekuatan destruktif pada operasi Moskow di Ukraina timur, seperti yang terjadi pada perebutan kota garis depan Avdiivka baru-baru ini.

Menurut para ahli Barat, bahan peledak yang ditingkatkan ini telah menunjukkan keefektifannya yang luar biasa terhadap pasukan Ukraina, ketika pasukan di Kiev berjuang untuk melawan persenjataan seperti kekurangan amunisi AS.

“Bom-bom ini benar-benar menghancurkan posisi apapun. Semua bangunan dan struktur akan berubah menjadi lubang setelah kedatangan satu orang saja,” kenang salah satu pejuang brigade penyerangan Ukraina yang beroperasi di dekat Avdeevka, yang ditangkap oleh pasukan Rusia bulan lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Diteror Beruang, Kota...
Diteror Beruang, Kota di Jepang Ini Lumpuh
Rekomendasi
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Berita Terkini
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved