Bagaimana Kondisi Gaza saat Bulan Ramadan? Dimulai dengan Kelaparan Parah
Rabu, 13 Maret 2024 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat keamanan Israel khawatir kemarahan umat Islam atas perang Gaza dapat meningkat selama bulan Ramadan.
Hal ini tentunya akan memicu kerusuhan, terutama jika pemerintah Israel berusaha membatasi akses ke tempat suci Masjid Al-Aqsa atau Haram al-Sharif di Yerusalem, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci.
Kepala biro politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Ismail Haniyeh, menganggap pendudukan Israel bertanggung jawab karena tidak mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata di Gaza, pertukaran tahanan, dan masuknya bantuan.
Hal ini menunjukkan jika Hamas punya niatan ingin menghentikan peperangan ini selama bulan Ramadan demi warga Palestina.
Itulah kondisi terbaru di wilayah Gaza sepanjang awal bulan Ramadan ini. Dari kondisi ini mulai banyak pihak yang mencoba menghentikan Israel, salah satunya adalah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud yang meminta komunitas internasional “untuk memikul tanggung jawabnya” untuk mengakhiri pembantaian warga Palestina, dan “menyediakan koridor kemanusiaan yang aman”.
Baca juga: Hizbullah Gempur Israel dengan Lebih dari 100 Rudal Katyusha
Hal ini tentunya akan memicu kerusuhan, terutama jika pemerintah Israel berusaha membatasi akses ke tempat suci Masjid Al-Aqsa atau Haram al-Sharif di Yerusalem, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci.
Kepala biro politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Ismail Haniyeh, menganggap pendudukan Israel bertanggung jawab karena tidak mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata di Gaza, pertukaran tahanan, dan masuknya bantuan.
Hal ini menunjukkan jika Hamas punya niatan ingin menghentikan peperangan ini selama bulan Ramadan demi warga Palestina.
Itulah kondisi terbaru di wilayah Gaza sepanjang awal bulan Ramadan ini. Dari kondisi ini mulai banyak pihak yang mencoba menghentikan Israel, salah satunya adalah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud yang meminta komunitas internasional “untuk memikul tanggung jawabnya” untuk mengakhiri pembantaian warga Palestina, dan “menyediakan koridor kemanusiaan yang aman”.
Baca juga: Hizbullah Gempur Israel dengan Lebih dari 100 Rudal Katyusha
(sya)
Lihat Juga :