Pasukan Israel Serang Jemaah Salat Tarawih di Masjid Al-Aqsa
Selasa, 12 Maret 2024 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Saksi mata mengatakan, pasukan Israel menghentikan dan memeriksa tas pemuda dan pemudi di gang-gang Kota Tua.
Seorang wanita mengatakan kepada media lokal bahwa, “Jumlah warga Palestina yang dilarang memasuki Al-Aqsa lebih banyak daripada jumlah jamaah yang bisa masuk dan melaksanakan salat tarawih.”
“Pasukan pendudukan bahkan mencegah pertemuan warga Palestina atau salat di daerah sekitarnya,” ujar dia, mengacu pada pasukan keamanan Israel.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan pada Senin bahwa pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap akses jemaah Muslim ke al-Aqsa mendorong situasi menuju “ledakan”.
Dalam pernyataannya, Safadi mengatakan negaranya menolak langkah Israel yang membatasi akses ke tempat suci tersebut selama Ramadan, dengan alasan kebutuhan keamanan di tengah perang yang berkecamuk di Gaza.
Dia menambahkan Yordania memiliki pandangan yang sama dengan Palestina bahwa pembatasan tersebut merupakan serangan terhadap kebebasan beribadah.
Pencegahan jemaah memasuki Masjid Al-Aqsa terjadi pada saat yang sama ketika warga Palestina di Gaza terpaksa melaksanakan salat di luar ruangan di tengah reruntuhan, setelah pemboman Israel selama lebih dari lima bulan dan kehancuran total hampir semua masjid di Gaza.
Seorang wanita mengatakan kepada media lokal bahwa, “Jumlah warga Palestina yang dilarang memasuki Al-Aqsa lebih banyak daripada jumlah jamaah yang bisa masuk dan melaksanakan salat tarawih.”
“Pasukan pendudukan bahkan mencegah pertemuan warga Palestina atau salat di daerah sekitarnya,” ujar dia, mengacu pada pasukan keamanan Israel.
Serangan pada Kebebasan Beribadah
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan pada Senin bahwa pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap akses jemaah Muslim ke al-Aqsa mendorong situasi menuju “ledakan”.
Dalam pernyataannya, Safadi mengatakan negaranya menolak langkah Israel yang membatasi akses ke tempat suci tersebut selama Ramadan, dengan alasan kebutuhan keamanan di tengah perang yang berkecamuk di Gaza.
Dia menambahkan Yordania memiliki pandangan yang sama dengan Palestina bahwa pembatasan tersebut merupakan serangan terhadap kebebasan beribadah.
Pencegahan jemaah memasuki Masjid Al-Aqsa terjadi pada saat yang sama ketika warga Palestina di Gaza terpaksa melaksanakan salat di luar ruangan di tengah reruntuhan, setelah pemboman Israel selama lebih dari lima bulan dan kehancuran total hampir semua masjid di Gaza.
Lihat Juga :