Sambut Ramadan, Raja Salman Desak Dunia Hentikan Kejahatan Brutal Israel terhadap Palestina
Senin, 11 Maret 2024 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
Kecaman itu disampaikan ketika Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB membuka sesi baru di Jenewa.
Merujuk pada pembantaian puluhan ribu warga Palestina di Gaza oleh Israel dalam perangnya melawan Hamas sejak 7 Oktober lalu, Pangeran Faisal mengatakan tidak ada dialog institusional yang bisa dianggap serius jika situasi di Palestina diabaikan.
“Hak-hak apa yang kita bicarakan, dan Gaza berada di bawah reruntuhan?" tanya Pangeran Arab Saudi tersebut.
"Bagaimana komunitas internasional bisa tetap diam, dan masyarakat Gaza menjadi pengungsi dan menderita akibat pelanggaran HAM yang paling keji?” lanjut diplomat top Arab Saudi itu saat memberikan sambutan pada sidang ke-55 Dewan HAM PBB.
Pangeran Faisal menambahkan: “Meskipun terjadi kematian 30.000 orang dan lebih dari 2 juta orang kelaparan, kurangnya keamanan dan layanan dasar, seperti air, listrik dan obat-obatan, Dewan Keamanan [PBB] masih membiarkan pertemuan-pertemuan tersebut tanpa hasil.”
Dia mengacu pada upaya berulang kali yang gagal oleh DK PBB untuk mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata di Gaza.
Amerika Serikat telah memveto proposal tersebut pada tiga kesempatan berbeda, sehingga memicu kemarahan sebagian besar komunitas internasional.
Merujuk pada pembantaian puluhan ribu warga Palestina di Gaza oleh Israel dalam perangnya melawan Hamas sejak 7 Oktober lalu, Pangeran Faisal mengatakan tidak ada dialog institusional yang bisa dianggap serius jika situasi di Palestina diabaikan.
“Hak-hak apa yang kita bicarakan, dan Gaza berada di bawah reruntuhan?" tanya Pangeran Arab Saudi tersebut.
"Bagaimana komunitas internasional bisa tetap diam, dan masyarakat Gaza menjadi pengungsi dan menderita akibat pelanggaran HAM yang paling keji?” lanjut diplomat top Arab Saudi itu saat memberikan sambutan pada sidang ke-55 Dewan HAM PBB.
Pangeran Faisal menambahkan: “Meskipun terjadi kematian 30.000 orang dan lebih dari 2 juta orang kelaparan, kurangnya keamanan dan layanan dasar, seperti air, listrik dan obat-obatan, Dewan Keamanan [PBB] masih membiarkan pertemuan-pertemuan tersebut tanpa hasil.”
Dia mengacu pada upaya berulang kali yang gagal oleh DK PBB untuk mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata di Gaza.
Amerika Serikat telah memveto proposal tersebut pada tiga kesempatan berbeda, sehingga memicu kemarahan sebagian besar komunitas internasional.
Lihat Juga :