Berebut Pelanggan, Waria Thailand dan Filipina Bentrok di Bangkok
Rabu, 06 Maret 2024 - 14:39 WIB
loading...
Waria Thailand dan Filipina bentrok di Bangkok. Foto/Reuters
A
A
A
BANGKOK - Ketegangan meningkat antara kelompok waria Thailand dan Filipina di Sukhumvit Soi 11 di Bangkok, yang mengakibatkan kedua belah pihak terluka pada Selasa (5/3/2024). Itu memicu kritik dan memancing nasionalisme di media sosial Thailand.
Dilaporkan bahwa sekelompok sekitar dua puluh transgender Filipina telah dikepung oleh ratusan massa transgender Thailand yang marah di sebuah hotel di Sukhumvit Soi 11 pada Selasa pagi. Itu dikarenakan adanya keributan sebelumnya di mana waria Thailand mengatakan mereka adalah diejek, diberi jari tengah, dan menyerang terlebih dahulu. Apalagi, rekaman videonya tersebar di media sosial di Filipina.
Polisi harus meminta bantuan untuk memastikan keselamatan beberapa transgender Filipina yang terjebak di dalam sebuah hotel dan menjadi sasaran massa Thailand yang marah. Meskipun polisi berupaya menenangkan situasi, kekerasan tetap terjadi, dan beberapa transgender Filipina diserang secara fisik saat mereka dikawal keluar dari hotel.
Saat polisi mengawal para transgender Filipina dan meminta agar massa tidak melakukan kekerasan, kelompok asal Thailand tersebut melemparkan botol ke arah mereka di hadapan polisi. Mereka kemudian bergegas maju dan menyerang rakyat Filipina tanpa henti. Mereka bahkan terjun ke tengah formasi polisi untuk melanjutkan penyerangan.
Polisi tidak mampu mengendalikan situasi dengan cepat, namun mereka mampu melakukannya kemudian dengan membawa kedua pihak yang terlibat untuk diperiksa di kantor polisi.
Dilaporkan bahwa sekelompok sekitar dua puluh transgender Filipina telah dikepung oleh ratusan massa transgender Thailand yang marah di sebuah hotel di Sukhumvit Soi 11 pada Selasa pagi. Itu dikarenakan adanya keributan sebelumnya di mana waria Thailand mengatakan mereka adalah diejek, diberi jari tengah, dan menyerang terlebih dahulu. Apalagi, rekaman videonya tersebar di media sosial di Filipina.
Polisi harus meminta bantuan untuk memastikan keselamatan beberapa transgender Filipina yang terjebak di dalam sebuah hotel dan menjadi sasaran massa Thailand yang marah. Meskipun polisi berupaya menenangkan situasi, kekerasan tetap terjadi, dan beberapa transgender Filipina diserang secara fisik saat mereka dikawal keluar dari hotel.
Saat polisi mengawal para transgender Filipina dan meminta agar massa tidak melakukan kekerasan, kelompok asal Thailand tersebut melemparkan botol ke arah mereka di hadapan polisi. Mereka kemudian bergegas maju dan menyerang rakyat Filipina tanpa henti. Mereka bahkan terjun ke tengah formasi polisi untuk melanjutkan penyerangan.
Polisi tidak mampu mengendalikan situasi dengan cepat, namun mereka mampu melakukannya kemudian dengan membawa kedua pihak yang terlibat untuk diperiksa di kantor polisi.
Lihat Juga :