Mengenal Krimea, Wilayah Hasil Aneksasi Rusia yang Jadi Target Serangan Ukraina

Senin, 04 Maret 2024 - 18:18 WIB
loading...
Mengenal Krimea, Wilayah...
Krimea merupakan wilayah yang dikuasai Rusia. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Krimea kembali bergejolak di tengah perang Rusia -Ukraina yang masing berlangsung. Baru-baru ini, serangkaian ledakan telah mengguncang wilayah tersebut usai dilaporkan adanya serangan pesawat tak berawak milik Kyiv.

Mengutip laporan Voice of America, Senin (4/3/2024), Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa pihaknya berhasil menghancurkan sekitar 38 pesawat nirawak yang diluncurkan Ukraina menuju Semenanjung Krimea, Minggu (3/3/2024). Namun, mereka tidak menyebut dampak kerusakan atau korban jiwa dalam pernyataannya.

Lantas, apa itu sebenarnya wilayah Krimea? Simak ulasannya berikut untuk mengenalnya lebih jauh.

Wilayah Krimea

Krimea merupakan sebuah wilayah semenanjung yang membentang dari selatan Ukraina antara Laut Hitam dan Laut Azov. Keberadaannya dipisahkan dari Rusia bagian timur oleh Selat Kerch.

Melihat ke belakang, Krimea dikenal sebagai wilayah yang sarat konflik dan sering dilanda perang saudara. Mengutip VoA, wilayah ini tercatat pernah dijajah dan diduduki oleh berbagai bangsa di dunia dalam sejarahnya.

Sekitar abad ke-13, Krimea diduduki oleh Tatar, komunitas Muslim berbahasa Turki yang merupakan bagian dari Golden Horde. Dulunya, wilayah ini juga pernah menjadi negara bawahan Kesultanan Utsmaniyah pada abad ke-15.

Baca Juga: Mengapa Uni Eropa Menjatuhkan Sanksi pada Perusahaan China dan India Terkait Bisnis dengan Rusia?

Pada 1783, Krimea ditaklukkan oleh Kekaisaran Rusia. Beberapa waktu berselang, wilayah tersebut menjadi medan konflik antara Rusia dengan musuh-musuhnya.

Pasca Revolusi Rusia 1917, Krimea menjadi tempat terjadinya pertempuran brutal antara kekuatan Tsar Bolshevik. Setelah kemenangan Bolshevik, wilayahnya dijadikan bagian dari Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFSR).

Memasuki 1944, diktator Uni Soviet Joseph Stalin mendeportasi penduduk Tatar Krimea ke Asia Tengah dan sejumlah wilayah lain. Hal ini dikarenakan dugaan keberadaan mereka sebagai kolaborator Nazi.

Pada 1954, Uni Soviet memindahkan Krimea dari RSFSR ke Republik Sosialis Soviet Ukraina. Pasca keruntuhan Soviet, wilayahnya pun secara resmi menjadi bagian dari negara Ukraina yang merdeka.

Seiring waktu, Krimea telah diakui secara internasional sebagai bagian dari Ukraina. Namun, kondisi tersebut berubah setelah aneksasi Rusia pada 2014.

Setelah berbagai polemik muncul, sempat dilakukan referendum meski banyak pihak yang menyebutnya ilegal. Hasil referendum menyebutkan hampir 97 persen masyarakat Krimea memilih bergabung dengan Rusia dibandingkan dengan Ukraina. Hal tersebut sebenarnya tidak mengherankan, mengingat sebagian besar penduduk Krimea adalah etnis Rusia.

Terbaru, Krimea menjadi target baru serangan Ukraina dalam perangnya dengan Rusia. Pada awal Maret 2024 ini, Kyiv sudah melancarkan serangkaian serangan pesawat nirawak kepada sejumlah titik di wilayah tersebut.

Demikianlah ulasan mengenai Krimea, wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014 dan kini menjadi target serangan Ukraina.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Berita Terkini
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved