Elon Musk Heran NATO Masih Harus Eksis Meski Musuh Sudah Bubar, Sekutu Pun Marah
Senin, 04 Maret 2024 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Pakta Warsawa dibentuk oleh negara-negara komunis-sosialisi di Eropa timur pada tahun 1955 sebagai tanggapan terhadap berdirinya NATO.
Mantan anggota Parlemen AS, Adam Kinzinger, menulis di X: "Mengapa Pemerintah AS tidak meninjau status kontraktor @elonmusk?"
"1) Permusuhan NATO adalah propaganda Kremlin melawan aliansi defensif yang membatasi selera imperialisnya. 2) Negara-negara bergabung dengan NATO secara bebas, demi perlindungan. 3) Putin sendiri telah berulang kali menyangkal NATO sebagai motif invasinya. 4) Tanyakan kepada negara-negara Baltik, Polandia, anggota baru Finlandia dan Swedia," tulis Garry Kasparov, grandmaster catur Rusia.
“Ya, sungguh aneh bahwa negara-negara di sekitar Rusia memutuskan untuk secara sukarela mengajukan permohonan bergabung dengan NATO. Saya bertanya-tanya mengapa,” tulis Oliver Alexander, seorang analis intelijen open source.
"Sejarah membuktikannya; klausul pertahanan kolektif hanya digunakan sekali dalam 75 tahun keberadaan NATO–sebagai respons terhadap serangan 9/11 di AS,” tulis Linas Kojala, CEO lembaga think tank Pusat Studi Eropa Timur.
Mantan anggota Parlemen AS, Adam Kinzinger, menulis di X: "Mengapa Pemerintah AS tidak meninjau status kontraktor @elonmusk?"
"1) Permusuhan NATO adalah propaganda Kremlin melawan aliansi defensif yang membatasi selera imperialisnya. 2) Negara-negara bergabung dengan NATO secara bebas, demi perlindungan. 3) Putin sendiri telah berulang kali menyangkal NATO sebagai motif invasinya. 4) Tanyakan kepada negara-negara Baltik, Polandia, anggota baru Finlandia dan Swedia," tulis Garry Kasparov, grandmaster catur Rusia.
“Ya, sungguh aneh bahwa negara-negara di sekitar Rusia memutuskan untuk secara sukarela mengajukan permohonan bergabung dengan NATO. Saya bertanya-tanya mengapa,” tulis Oliver Alexander, seorang analis intelijen open source.
"Sejarah membuktikannya; klausul pertahanan kolektif hanya digunakan sekali dalam 75 tahun keberadaan NATO–sebagai respons terhadap serangan 9/11 di AS,” tulis Linas Kojala, CEO lembaga think tank Pusat Studi Eropa Timur.
(mas)
Lihat Juga :