Misteri Lenyapnya Malaysia Airlines MH370: Muatan Manggis Tak Masuk Akal hingga Pakar Dibungkam
Minggu, 03 Maret 2024 - 11:06 WIB
loading...
A
A
A
Namun, selain pecahan puing yang disengketakan, tidak ada jejak pesawat tersebut.
Florence menemukan bukti dari pengawas lalu lintas udara dan sumber intelijen Vietnam yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut menemui ajalnya sekitar pukul 02.45 di utara Vietnam—dua menit setelah mayday yang mengatakan bahwa kabinnya hancur.
“Saya lebih yakin dari sebelumnya bahwa tidak ada kecelakaan di Samudra Hindia Selatan," katanya.
“Pesawat terus terbang hingga pukul 02.40," ujarnya.
Para penyelidik mengatakan puing pertama yang ditemukan, pada 29 Juli 2015, merupakan bagian sayap kanan pesawat yang disebut flaperon.
Lokasinya berada di pantai Pulau Reunion, wilayah Prancis dekat Mauritius, sekitar 3.500 mil dari Malaysia.
Namun Florence berkata: “Ada alasan bagus untuk tidak mempercayai bahwa itu berasal dari MH370."
“Pertama, mereka bahkan tidak pernah memastikan asal muasal flaperon tersebut. Ini mengejutkan," katanya.
“Kedua, mereka mengatakan flaperon mengalami guncangan dua kali berturut-turut, yang tidak sesuai dengan kecelakaan di laut," paparnya.
“Selain itu, pecahan material komposit tersebut tidak dimaksudkan untuk mengapung," imbuh dia.
“Tetapi di lautan paling ganas di planet ini, ia harus menempuh perjalanan hingga sepuluh mil sehari dalam garis lurus selama lebih dari 500 kilometer untuk mencapai Reunion," lanjut Florence.
“Ditambah lagi, plat identitasnya hilang, yang merupakan tanda bahaya besar. Saya yakin itu dipasang atau tidak ada hubungannya.”
Keurigaan awal terkait tragedi ini jatuh pada kapten pilot Zaharie Ahmad Shah (52), yang dicap sebagai pria bermasalah dengan kehidupan cinta yang kacau.
Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak, bahkan mengisyaratkan Zaharie mungkin berada di balik rencana "pembunuhan-bunuh diri".
Namun Florence mengatakan: “Saya pikir aspek penting adalah bahwa kapten tidak bersalah."
Florence menemukan bukti dari pengawas lalu lintas udara dan sumber intelijen Vietnam yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut menemui ajalnya sekitar pukul 02.45 di utara Vietnam—dua menit setelah mayday yang mengatakan bahwa kabinnya hancur.
“Saya lebih yakin dari sebelumnya bahwa tidak ada kecelakaan di Samudra Hindia Selatan," katanya.
“Pesawat terus terbang hingga pukul 02.40," ujarnya.
Para penyelidik mengatakan puing pertama yang ditemukan, pada 29 Juli 2015, merupakan bagian sayap kanan pesawat yang disebut flaperon.
Lokasinya berada di pantai Pulau Reunion, wilayah Prancis dekat Mauritius, sekitar 3.500 mil dari Malaysia.
Namun Florence berkata: “Ada alasan bagus untuk tidak mempercayai bahwa itu berasal dari MH370."
“Pertama, mereka bahkan tidak pernah memastikan asal muasal flaperon tersebut. Ini mengejutkan," katanya.
“Kedua, mereka mengatakan flaperon mengalami guncangan dua kali berturut-turut, yang tidak sesuai dengan kecelakaan di laut," paparnya.
“Selain itu, pecahan material komposit tersebut tidak dimaksudkan untuk mengapung," imbuh dia.
“Tetapi di lautan paling ganas di planet ini, ia harus menempuh perjalanan hingga sepuluh mil sehari dalam garis lurus selama lebih dari 500 kilometer untuk mencapai Reunion," lanjut Florence.
“Ditambah lagi, plat identitasnya hilang, yang merupakan tanda bahaya besar. Saya yakin itu dipasang atau tidak ada hubungannya.”
Pilot Tersangka atau Tidak bersalah?
Keurigaan awal terkait tragedi ini jatuh pada kapten pilot Zaharie Ahmad Shah (52), yang dicap sebagai pria bermasalah dengan kehidupan cinta yang kacau.
Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak, bahkan mengisyaratkan Zaharie mungkin berada di balik rencana "pembunuhan-bunuh diri".
Namun Florence mengatakan: “Saya pikir aspek penting adalah bahwa kapten tidak bersalah."
Lihat Juga :