Kutuk Sanksi AS, China Siap Tingkatkan Hubungan dengan Iran

Minggu, 19 Agustus 2018 - 02:31 WIB
Kutuk Sanksi AS, China...
Kutuk Sanksi AS, China Siap Tingkatkan Hubungan dengan Iran
A A A
BEIJING - China siap mengembangkan kerja sama lebih lanjut dengan Iran. Negeri Tirai Bambu itu juga mengutuk penggunaan sanksi sepihak dalam hubungan internasional.

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri China Wang Yi selama percakapan via telepon dengan mitranya asal Iran, Javad Zarif.

"China sangat mementingkan hubungan China-Iran dan siap untuk terus mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara China dan Iran," kata Wang, sebagaimana dikutip oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang disitir Sputnik, Minggu (19/8/2018).

Yi menambahkan bahwa Beijing telah menentang penggunaan sanksi sepihak dalam hubungan internasional.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan Teheran sangat menghargai peran China dalam menjaga Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran. Menteri Iran juga menyatakan siap untuk meningkatkan koordinasi dengan semua pihak dalam perjanjian itu.

Pada 7 Agustus, Washington kembali menetapkan paket pertama dari sanksi terhadap Iran, yang sebelumnya dicabut di bawah kesepakatan nuklir internasional. Sanksi itu menargetkan akuisisi Iran atas nota bank dolar, perdagangan emas dan logam lainnya, transaksi terkait dengan ril Iran, serta transaksi dan kegiatan perdagangan negara-negara lain dengan Iran.

Gelombang lain dari sanksi AS terhadap sektor energi Iran diperkirakan akan diberlakukan kembali pada bulan November. Sanksi diberlakukan setelah pada 8 Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya keluar dari perjanjian nuklir Iran.

Setelah penarikan AS, pihak lain dalam perjanjian telah menyatakan komitmen mereka terhadap kesepakatan tersebut.

JCPOA ditandatangani pada tahun 2015 oleh Iran, Uni Eropa dan kelompok negara P5 + 1 yaitu China, Jerman, Prancis, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat. Kesepakatan itu mengatur pencabutan sanksi anti-Iran secara bertahap sebagai imbalan bagi Teheran yang menjaga sifat damai dari program nuklirnya.
(ian)
Berita Terkait
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Joe Biden Klaim Amerika...
Joe Biden Klaim Amerika Serikat Sudah Tidak Memiliki Senjata Kimia
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
9 Negara yang Punya...
9 Negara yang Punya Satelit Pengintai, dari Amerika Serikat hingga Iran
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
5 jam yang lalu
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
6 jam yang lalu
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
7 jam yang lalu
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
9 jam yang lalu
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
9 jam yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved