4 Alasan Para Dokter di Korea Selatan Mogok Massal yang Memicu Krisis Nasional

Senin, 26 Februari 2024 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Namun rencana pemerintah untuk meningkatkan penerimaan sekolah kedokteran cukup populer, dengan sekitar 76% responden mendukungnya, terlepas dari afiliasi politiknya, berdasarkan jajak pendapat Gallup Korea baru-baru ini.

2. Bekerja selama 36 Jam

4 Alasan Para Dokter di Korea Selatan Mogok Massal yang Memicu Krisis Nasional

Foto/Reuters

Dokter magang dan dokter residen di Korea Selatan bekerja dalam shift 36 jam, dibandingkan dengan shift kurang dari 24 jam di A.S., menurut Korean Intern Resident Association. Laporan tersebut menyatakan separuh dokter muda AS bekerja 60 jam seminggu atau kurang, sementara dokter Korea sering bekerja lebih dari 100 jam.

Ryu mengatakan dia bekerja lebih dari 100 jam seminggu di salah satu rumah sakit universitas paling bergengsi di negara itu, dengan bayaran 2 juta won hingga 4 juta won (USD1.500-USD3.000) sebulan termasuk upah lembur. Rata-rata penduduk AS pada tahun pertama mendapat sekitar USD5.000 per bulan.

Baca Juga: Para Dokter Muda di Korea Selatan Unjuk Rasa, Banyak Rumah Sakit Batalkan Operasi

3. Tekanan dan Ancaman dari Pemerintah

4 Alasan Para Dokter di Korea Selatan Mogok Massal yang Memicu Krisis Nasional

Foto/Reuters

Rumah sakit belum memproses pengunduran diri para dokter yang melakukan protes, yang mengatakan mereka tidak melakukan mogok kerja. Pemerintah telah memerintahkan mereka kembali bekerja, mengancam akan menangkap mereka atau mencabut izin kerja mereka, dan mengatakan bahwa tindakan kolektif mereka tidak dapat dibenarkan dan nyawa masyarakat harus didahulukan.

Park dan dokter lainnya mengatakan perintah tersebut tidak konstitusional, sehingga memaksa mereka untuk bekerja di luar keinginan mereka.

Para dokter yang mogok kerja hanya mewakili sebagian kecil dari 100.000 dokter di Korea Selatan, namun mereka mencakup lebih dari 40% staf di rumah sakit pendidikan besar, yang melakukan tugas-tugas penting di ruang gawat darurat, unit perawatan intensif, dan ruang operasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
Ketua KPK Akui Berkomunikasi...
Ketua KPK Akui Berkomunikasi dengan Jaksa Agung, Supervisi Kasus Febrie Adriansyah Mulai Berjalan
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
6 Kandidat Calon Ketua...
6 Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI Periode 2026–2029 Resmi Ditetapkan
Berita Terkini
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Infografis
4 Alasan Ukraina Bisa...
4 Alasan Ukraina Bisa Runtuh pada 2025, Banyak Kota yang Hancur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved