Eks Jenderal Zionis: Angkatan Darat Israel Kacau Total dalam Perang Gaza
Minggu, 25 Februari 2024 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak ada orang yang segera memperbaiki tank-tank. Puluhan tank terjebak hingga terseret keluar. Media, tentu saja, tidak membicarakannya tetapi hal-hal seperti ini tidak berhasil," bebernya, yang dilansir Minggu (25/2/2024).
Pensiunan jenderal tersebut mengaku sudah mencoba untuk mengatasi masalah ini dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu."[Namun] tim perdana menteri tidak ingin mendengar kebenaran sehingga mereka menjauhkannya dari saya," paparnya.
“Saya katakan kepadanya bahwa Angkatan Darat belum siap berperang segera karena ada tentara yang belum berlatih selama lima tahun, dan ada kekurangan peralatan,” kata Brik.
“Saya mengatakan kepadanya, ‘Biarkan mereka berlatih dan memperlengkapi diri mereka sendiri karena saat ini masyarakatlah yang membeli peralatan tersebut'. Untungnya, (Netanyahu) mendengarkannya, menelepon menteri pertahanan, dan membekukan izin masuk ke Gaza selama dua minggu," imbuh dia.
Terlepas dari klaim Brik, penundaan invasi darat ke Gaza, yang ternyata berakhir buruk, adalah akibat dari ketakutan bahwa kelompok perlawanan Palestina sudah siap menghadapi skenario tersebut.
Menurut juru bicara sayap militer Hamas Brigade al-Qassam, Abu Ubidah, Hamas sendiri telah menghancurkan lebih dari 1.100 kendaraan militer Israel.
Sebagian besar peralatan yang hancur, hampir 1.000, adalah tank Merkava.
Pensiunan jenderal tersebut mengaku sudah mencoba untuk mengatasi masalah ini dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu."[Namun] tim perdana menteri tidak ingin mendengar kebenaran sehingga mereka menjauhkannya dari saya," paparnya.
“Saya katakan kepadanya bahwa Angkatan Darat belum siap berperang segera karena ada tentara yang belum berlatih selama lima tahun, dan ada kekurangan peralatan,” kata Brik.
“Saya mengatakan kepadanya, ‘Biarkan mereka berlatih dan memperlengkapi diri mereka sendiri karena saat ini masyarakatlah yang membeli peralatan tersebut'. Untungnya, (Netanyahu) mendengarkannya, menelepon menteri pertahanan, dan membekukan izin masuk ke Gaza selama dua minggu," imbuh dia.
Terlepas dari klaim Brik, penundaan invasi darat ke Gaza, yang ternyata berakhir buruk, adalah akibat dari ketakutan bahwa kelompok perlawanan Palestina sudah siap menghadapi skenario tersebut.
Menurut juru bicara sayap militer Hamas Brigade al-Qassam, Abu Ubidah, Hamas sendiri telah menghancurkan lebih dari 1.100 kendaraan militer Israel.
Sebagian besar peralatan yang hancur, hampir 1.000, adalah tank Merkava.
Lihat Juga :