Anak Perempuan Palestina Kelaparan hingga Tewas di Kota Gaza
Selasa, 20 Februari 2024 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut badan koordinasi kemanusiaan PBB, OCHA, situasinya sangat mengerikan di Rafah dan bagian utara Gaza, di mana 15% anak-anak menghadapi kekurangan gizi akut di tengah kekurangan bantuan.
“Staf Save the Children di lapangan mengatakan ada kekurangan bantuan makanan yang menjangkau mereka dan mereka tidak dapat menemukan barang-barang seperti tepung atau membelinya, melaporkan sekantong tepung dijual dengan harga hingga USD140,” ungkap Randa Ghazy dari Save the Children mengatakan kepada MEE.
“Seorang staf di Rafah mengatakan terkadang keluarga hanya menerima satu biskuit per orang atau sekaleng kacang untuk seluruh keluarga. Seorang anggota staf di Al-Mawasi mengatakan situasinya sangat menyedihkan dan dia bertemu dengan orang-orang yang belum makan satu pun makanan selama tiga hari,” papar dia.
Baca juga: AS Ubah Posisi dalam Gencatan Senjata di Gaza, Dorong Resolusi Baru
OCHA melaporkan konvoi bantuan semakin ditolak aksesnya ke bagian utara Gaza, dengan lebih dari separuh misi bantuan ditolak masuk pada Januari. Angka ini naik dari 15% pada Desember.
Badan tersebut menambahkan, “Pasukan Israel terkadang memerlukan pembenaran atas bahan bakar yang ditujukan untuk fasilitas kesehatan dan mengenakan pengurangan jumlah bantuan, seperti jumlah makanan.”
Menurut badan tersebut, pembatasan bantuan menyebabkan 300.000 orang menghadapi risiko kelaparan yang semakin besar. Banyak yang terpaksa menggiling pakan ternak untuk mendapatkan makanan.
“Staf Save the Children di lapangan mengatakan ada kekurangan bantuan makanan yang menjangkau mereka dan mereka tidak dapat menemukan barang-barang seperti tepung atau membelinya, melaporkan sekantong tepung dijual dengan harga hingga USD140,” ungkap Randa Ghazy dari Save the Children mengatakan kepada MEE.
“Seorang staf di Rafah mengatakan terkadang keluarga hanya menerima satu biskuit per orang atau sekaleng kacang untuk seluruh keluarga. Seorang anggota staf di Al-Mawasi mengatakan situasinya sangat menyedihkan dan dia bertemu dengan orang-orang yang belum makan satu pun makanan selama tiga hari,” papar dia.
Baca juga: AS Ubah Posisi dalam Gencatan Senjata di Gaza, Dorong Resolusi Baru
OCHA melaporkan konvoi bantuan semakin ditolak aksesnya ke bagian utara Gaza, dengan lebih dari separuh misi bantuan ditolak masuk pada Januari. Angka ini naik dari 15% pada Desember.
Badan tersebut menambahkan, “Pasukan Israel terkadang memerlukan pembenaran atas bahan bakar yang ditujukan untuk fasilitas kesehatan dan mengenakan pengurangan jumlah bantuan, seperti jumlah makanan.”
Menurut badan tersebut, pembatasan bantuan menyebabkan 300.000 orang menghadapi risiko kelaparan yang semakin besar. Banyak yang terpaksa menggiling pakan ternak untuk mendapatkan makanan.
(sya)
Lihat Juga :