Indonesia Fasilitasi Pembahasan Resolusi AS Soal Perpanjangan Embargo Senjata Iran

Kamis, 13 Agustus 2020 - 19:06 WIB
loading...
Indonesia Fasilitasi...
Grata menuturkan, itu adalah salah satu tugas Indonesia sebagai presiden Dewan Keamanan (DK) PBB untuk bulan Agustus. Foto/Kemlu RI
A A A
JAKARTA - Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri Indonesia , Grata Endah Werdaningtyas menuturkan, Indonesia akan fasilitasi pembahasan rancangan resolusi Amerika Serikat (AS) soal perpanjangan embargo senjata Iran . Grata menuturkan, itu adalah salah satu tugas Indonesia sebagai presiden Dewan Keamanan (DK) PBB untuk bulan Agustus.

"Sebagai presiden DK PBB, Indonesia akan memfasilitasi semua rancangan resolusi yang diajukan oleh negara-negara anggota DK PBB, termasuk dalam hal ini adalah rancangan resolusi usulan AS bagi perpanjangan embargo senjata Iran," ucap Grata pada Kamis (13/8/2020).

Grata menuturkan, rancangan resolusi AS berfokus pada limitasi transfer senjata dan larangan perjalanan terhadap Iran, yang menurut kerangka Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) atau kesepakatan nuklir akan berakhir pada 18 Oktober mendatang. ( Baca juga: Iran: Upaya AS Perpanjang Embargo Senjata akan Temui Kegagalan )

AS, jelas Grata, dalam rancangan resolusi menginginkan agar tidak adanya batas waktu dari embargo senjata tersebut dan penghentian embargo senjata hanya bisa dilakukan oleh DK PBB. Grata menyebut, resolusi tersebut akan dibahas pekan ini.

"Sebagai anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia akan mengikuti secara seksama dinamika pembahasan rancangan resolusi ini di dalam DK PBB dan tentu saja akan berusaha secara konstruktif berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait," ucapnya.

"Indonesia juga akan terus menyerukan dan mendorong semua negara pihak JCPOA untuk meningkatkan upaya mencari jalan agar dapat menjalankan komitmennya dibawah JCPOA dan diharapkan akan terus berkontribusi pada kestabilan di kawasan," tukas Grata. ( Baca juga: 99,3% Siswa Secapa TNI AD Sembuh dari Covid-19 )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved