Terlanjur Dipenjara 37 Tahun tapi Tak Bersalah, Pria Ini Dapat Kompensasi Rp218,6 Miliar

Minggu, 18 Februari 2024 - 09:58 WIB
loading...
Terlanjur Dipenjara...
Robert DuBoise sudah dipenjara 37 tahun di penjara Florida, AS atas pemerkosaan dan pembunuhan yang tidak pernah dia lakukan. Dia kini dapat kompensasi lebih dari Rp218,6 miliar. Foto/Innocence Project
A A A
TAMPA - Robert DuBoise sudah menghabiskan 37 tahun di penjara Florida, Amerika Serikat (AS), atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan tahun 1983. Namun, dia ternyata bukan pelakunya.

Atas kekeliruan itu, DuBoise akan menerima USD14 juta (lebih dari Rp218,6 miliar) dari otoritas kota Tampa, Florida, sebagai kompensasi atas lamanya penjara yang tidak seharusnya dia jalani.

DuBoise, yang berusia 18 tahun ketika kejahatan itu terjadi, awalnya dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Barbara Grams yang berusia 19 tahun.

Meskipun hukumannya kemudian dikurangi menjadi penjara seumur hidup, baru pada tahun 2018–dengan bantuan dari organisasi Innocence Project—jaksa setuju untuk meninjau kembali kasus tersebut.

Baca Juga: Ibu Ini Memanggang Bayinya hingga Tewas di Oven karena Mengiranya Tempat Tidur

Tes DNA yang tidak tersedia pada awal tahun 1980-an menunjukkan adanya dua pria lain yang melakukan pembunuhan tersebut, yang menyebabkan DuBoise dibebaskan dari penjara pada tahun 2020.

Tidak lama setelah itu, DuBoise menggugat otoritas kota Tampa, petugas polisi yang menyelidiki kasus tersebut dan seorang dokter gigi forensik—yang telah bersaksi bahwa giginya cocok dengan bekas gigitan pada korban.

Gugatan tersebut telah diselesaikan pada tanggal 11 Januari namun Dewan Kota Tampa dengan suara bulat pada hari Kamis memberikan suara untuk menyetujuinya dan secara resmi memberikan USD14 juta kepada DuBoise, yang kini berusia 59 tahun.

Anggota dewan mengatakan bahwa uang tersebut adalah hal yang paling tidak dapat diberikan oleh kota tersebut untuknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
Bahlil Beri Sinyal Ojek...
Bahlil Beri Sinyal Ojek Online Tak Dapat BBM Subsidi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved