Kanada, Australia, Selandia Baru Desak Israel Setop Serangan Darat di Rafah

Kamis, 15 Februari 2024 - 18:45 WIB
loading...
Kanada, Australia, Selandia...
Warga Palestina mencari barang milik mereka di puing gedung yang diserang Israel di Rafah, Gaza selatan, 10 Februari 2024. Foto/AP
A A A
CANBERRA - Perdana Menteri (PM) Kanada, Australia dan Selandia Baru mengeluarkan pernyataan bersama pada Kamis (15/2/2024) yang mendesak Israel tidak memulai serangan yang direncanakan di kota Rafah, Gaza selatan.

Mereka memperingatkan konsekuensi bencana bagi warga Palestina jika Israel memperluas operasi militer yang telah dikutuk dunia internasional.

“Kami sangat khawatir dengan indikasi bahwa Israel sedang merencanakan serangan darat ke Rafah. Operasi militer ke Rafah akan menjadi bencana besar,” ungkap PM Australia Anthony Albanese, PM Kanada Justin Trudeau, dan PM Selandia Baru Christopher Luxon.

Mereka menekankan, “Sekitar 1,5 juta warga Palestina mengungsi di wilayah tersebut, termasuk banyak warga negara kami dan keluarga mereka. Dengan situasi kemanusiaan yang ada di Gaza sudah sangat buruk, dampak operasi militer yang diperluas terhadap warga sipil Palestina akan sangat menghancurkan. Kami mendesak pemerintah Israel tidak melakukan hal ini.”

Ketiga perdana menteri tersebut juga mengingatkan Israel akan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) baru-baru ini yang menyatakan negara tersebut berkewajiban memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan melindungi warga sipil.

Kebutuhan bantuan kemanusiaan di daerah kantong Palestina “belum pernah sebesar ini,” menurut pernyataan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved