Arab Saudi Tangkap al-Hawali, Ulama Pengkritik Keluarga Kerajaan

Jum'at, 13 Juli 2018 - 02:10 WIB
Arab Saudi Tangkap al-Hawali,...
Arab Saudi Tangkap al-Hawali, Ulama Pengkritik Keluarga Kerajaan
A A A
RIYADH - Pihak berwenang Arab Saudi telah menangkap dan menahan ulama berpengaruh, Safar al-Hawali, dan tiga putranya. Hawali dikenal sebagai pemuka agama yang mengkritik keluarga kerajaan karena korupsi dan bekerja untuk Barat.

Penangkapan Hawali dilaporkan kelompok hak asasi manusia yang bermarkas di London, ALQST. Aktivis ALQST, Yahya Assiri, kepada Reuters, Jumat (13/7/2018), mengatakan bahwa ulama itu ditangkap hari Rabu lalu setelah dia menerbitkan sebuah buku yang mengkritik keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Penangkapan Hawali juga dikonfirmasi beberapa sumber-sumber yang dekat dengan ulama tersebut.

Pihak berwenang Riyadh belum menanggapi permintaan komentar yang diajukan wartawan. Riyadh selama ini mengklaim tidak memiliki tahanan politik. Namun, para pejabat senior mengatakan pemantauan terhadap aktivis diperlukan untuk menjaga stabilitas sosial di negara tersebut.

Para kritikus mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman tidak melakukan banyak hal untuk meliberalisasi politik di negara, di mana raja menikmati otoritas mutlak. Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu selama ini telah menargetkan para pembangkang.

Hawali menjadi ulama yang terkenal 25 tahun yang lalu sebagai pemimpin kelompok Sahwa. Kelompok itu muncul karena gelisah dengan dibawanya demokrasi ke Arab Saudi. Dia telah mengkritik keluarga kerajaan karena korupsi, liberalisasi sosial dan bekerja untuk Barat.

Dia pernah dipenjara terkait tindakan keras otoritas Saudi terhadap kelompok Islamis pada 1990-an. Namun, dia dibebaskan setelah bungkam atau berhenti mengkritik.

Setelah invasi Amerika ke Irak pada tahun 2003, Hawali mendukung kelompok "jihad" anti-AS. Namun, dia juga mengecam serangan militan Islamis terhadap orang-orang Barat di Arab Saudi.

Kelompok Sahwa telah dilemahkan oleh tindakan represi dan kooptasi, namun masih aktif.

Keluarga al-Saud selalu menganggap kelompok Islamis sebagai ancaman internal terbesar terhadap kekuasaannya di negara tersebut. Saudi selama satu dekade telah menggencarkan operasi terhadap kelompok al-Qaeda.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
1 jam yang lalu
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
1 jam yang lalu
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
2 jam yang lalu
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
2 jam yang lalu
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
2 jam yang lalu
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
3 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved