Presiden Negara NATO Ini Mundur Gara-gara Kasus Paedofil

Minggu, 11 Februari 2024 - 07:42 WIB
loading...
A A A
Mert Pop, salah satu korban dari panti asuhan tersebut, mengatakan kepada AP, yang dilansir Minggu (11/2/2024), bahwa dia merasa dikhianati oleh Novak, yang menurutnya adalah “seorang ibu yang baik hati, ibu keluarga yang baik, seorang presiden yang tenang dan moderat. Dan ternyata bukan itu masalahnya.”

Menurutnya, pertemuan dengan Novak di mana dia menjelaskan alasan pengampunan tersebut mungkin merupakan “obat yang baik” untuk penderitaan yang dirasakan para korban.

Novak menolak untuk menjelaskan keputusannya atau menjawab pertanyaan mengenai hal tersebut pada konferensi pers pada hari Selasa lalu, dengan alasan bahwa pembenaran atas keputusan seputar pengampunan presiden tidak bersifat publik.

"Dan oleh karena itu wajar jika setiap pengampunan akan menimbulkan pertanyaan, dan pertanyaan-pertanyaan ini sering kali tidak terjawab," katanya.

"Pengampunan sifatnya memecah belah,” paparnya.

Pengacara para korban, Andras Gal, menyebut pengampunan tersebut sebagai “tamparan di wajah” bagi para kliennya, dengan alasan bahwa paedofilia berbeda dari pengampunan lainnya karena secara universal dianggap menjijikkan.

“Paedofilia tidak memecah belah,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved