Wali Kota Rafah: Invasi Darat Israel ke Perbatasan Mesir Akan Mengakibatkan Pertumpahan Darah
Sabtu, 10 Februari 2024 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga pria tersebut semuanya anggota departemen kepolisian Rafah dan dibunuh di daerah Tel al-Sultan di kota selatan.
Baca Juga: Israel Gunakan AI Baru dalam Perang Melawan Hamas, Bagaimana Kecanggihannya?
Ahmed al-Yaqoubi, direktur investigasi di Rafah, wakilnya Ayman al-Rantisi, dan Ibrahim Shtat, kepala departemen investigasi perbekalan, disebutkan sebagai korban.
Sebelumnya, pasukan Israel pada hari Jumat bersiap untuk melakukan serangan darat terhadap Hamas di kota Rafah di Gaza selatan, di mana ratusan ribu orang yang mengungsi akibat kekerasan di utara terjebak dalam kondisi yang menyedihkan.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan militer telah diberitahu untuk membuat rencana mengevakuasi warga sipil, namun badan-badan bantuan memperingatkan bahwa serangan militer di daerah padat penduduk dapat mengakibatkan kematian sejumlah besar orang tak bersalah.
“Ada rasa cemas yang semakin besar, kepanikan yang semakin besar di Rafah karena pada dasarnya masyarakat tidak tahu ke mana harus pergi,” kata Philippe Lazzarini, kepala badan pengungsi Palestina, UNRWA.
Baca Juga: Israel Gunakan AI Baru dalam Perang Melawan Hamas, Bagaimana Kecanggihannya?
Ahmed al-Yaqoubi, direktur investigasi di Rafah, wakilnya Ayman al-Rantisi, dan Ibrahim Shtat, kepala departemen investigasi perbekalan, disebutkan sebagai korban.
Sebelumnya, pasukan Israel pada hari Jumat bersiap untuk melakukan serangan darat terhadap Hamas di kota Rafah di Gaza selatan, di mana ratusan ribu orang yang mengungsi akibat kekerasan di utara terjebak dalam kondisi yang menyedihkan.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan militer telah diberitahu untuk membuat rencana mengevakuasi warga sipil, namun badan-badan bantuan memperingatkan bahwa serangan militer di daerah padat penduduk dapat mengakibatkan kematian sejumlah besar orang tak bersalah.
“Ada rasa cemas yang semakin besar, kepanikan yang semakin besar di Rafah karena pada dasarnya masyarakat tidak tahu ke mana harus pergi,” kata Philippe Lazzarini, kepala badan pengungsi Palestina, UNRWA.
Lihat Juga :