Abbas: Rencana Israel Menyerang Rafah Bertujuan Mengusir Warga Palestina dari Gaza

Sabtu, 10 Februari 2024 - 11:15 WIB
loading...
Abbas: Rencana Israel...
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto/REUTERS
A A A
TEPI BARAT - Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan rencana yang diumumkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melakukan eskalasi militer di Rafah, selatan Jalur Gaza, bertujuan mengusir warga Palestina dari tanah mereka.

Kepala Otoritas Palestina yang menjalankan sebagian pemerintahan mandiri di Tepi Barat yang diduduki Israel itu mengatakan pihaknya menganggap pemerintah Israel dan pemerintah Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas dampak dari rencana tersebut.

“Kepresidenan Palestina meminta Dewan Keamanan PBB segera mengambil perhatian, karena (Israel) mengambil langkah ini mengancam keamanan dan perdamaian di kawasan dan dunia. Itu melintasi semua garis merah,” papar pernyataan Abbas pada Jumat (9/2/2024).

Netanyahu telah memerintahkan militernya membuat rencana untuk mengevakuasi lebih dari satu juta warga sipil Palestina yang berdesakan di Rafah.

Rafah menjadi tempat perlindungan terakhir bagi para pengungsi di Jalur Gaza yang dilanda perang.

Pasukan rezim kolonial apartheid Israel sedang bersiap melancarkan serangan darat besar-besaran terhadap pejuang Hamas di daerah tersebut.

Baca juga: Iran Tegaskan Israel akan Tenggelamkan AS dalam Rawa Perang di Timur Tengah

Kantor Netanyahu mengumumkan arahan tersebut pada Jumat (9/2/2024), mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memerlukan “rencana gabungan” untuk evakuasi massal warga sipil dan penghancuran benteng terakhir Hamas di daerah kantong Palestina.

“Tidak mungkin mencapai tujuan perang untuk melenyapkan Hamas dengan meninggalkan empat batalyon Hamas di Rafah,” ujar pernyataan kantor Netanyahu. “Sebaliknya, jelas bahwa aktivitas yang intens di Rafah mengharuskan warga sipil mengungsi dari wilayah pertempuran.”

PBB memperkirakan sekitar 1,4 juta pengungsi Gaza telah mengungsi di Rafah, yang terletak di perbatasan dengan Mesir, sejak perang Israel-Hamas dimulai pada bulan Oktober.

Kota tersebut, yang biasanya berpenduduk sekitar 280.000 jiwa, telah menjadi “zona aman” terakhir bagi warga sipil ketika IDF melakukan genosida di sebagian besar wilayah Gaza.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Dishub DKI Siapkan Rekayasa...
Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Bundaran HI saat Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved