Ledakan Dahsyat Guncang Pabrik Rusia Pembuat Rudal Nuklir
Jum'at, 09 Februari 2024 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) mencatat bahwa tidak disebutkan jadwal tes di situs Kementerian Situasi Darurat Rusia, tempat pemberitahuan tersebut biasanya dipasang.
Menurut outlet berita independen Rusia; Mediazona, sekitar pukul 23.00 malam waktu setempat, saluran Telegram resmi Kementerian Situasi Darurat Republik Udmurt menulis: "Kementerian Situasi Darurat Rusia tidak mengonfirmasi ledakan dahsyat di wilayah pabrik Votkinsk dekat Izhevsk."
Publikasi tersebut melaporkan bahwa pesan tersebut telah dihapus beberapa menit kemudian. Setengah jam kemudian, kementerian menerbitkan postingan lain, yang berbunyi: "Tidak ada situasi darurat atau abnormal yang tercatat di wilayah Republik Udmurt, tidak ada insiden penting secara sosial yang terjadi."
Setelah ledakan, kebakaran besar terjadi di pabrik tersebut. Tidak jelas apakah ada korban jiwa.
Senjata yang diproduksi oleh pabrik tersebut telah digunakan oleh militer Rusia dalam invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina.
Pada akhir tahun 2023, fasilitas tersebut menerbitkan 19 kontrak pemerintah untuk produksi komponen senjata nuklir, menurut laporan RFE/RL.
Menurut outlet berita independen Rusia; Mediazona, sekitar pukul 23.00 malam waktu setempat, saluran Telegram resmi Kementerian Situasi Darurat Republik Udmurt menulis: "Kementerian Situasi Darurat Rusia tidak mengonfirmasi ledakan dahsyat di wilayah pabrik Votkinsk dekat Izhevsk."
Publikasi tersebut melaporkan bahwa pesan tersebut telah dihapus beberapa menit kemudian. Setengah jam kemudian, kementerian menerbitkan postingan lain, yang berbunyi: "Tidak ada situasi darurat atau abnormal yang tercatat di wilayah Republik Udmurt, tidak ada insiden penting secara sosial yang terjadi."
Setelah ledakan, kebakaran besar terjadi di pabrik tersebut. Tidak jelas apakah ada korban jiwa.
Senjata yang diproduksi oleh pabrik tersebut telah digunakan oleh militer Rusia dalam invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina.
Pada akhir tahun 2023, fasilitas tersebut menerbitkan 19 kontrak pemerintah untuk produksi komponen senjata nuklir, menurut laporan RFE/RL.
Lihat Juga :