Eks Jenderal AS Anggap Perang Israel di Gaza Gagal, Ini Alasannya

Selasa, 06 Februari 2024 - 10:18 WIB
loading...
Eks Jenderal AS Anggap...
Pensiunan jenderal Amerika Serikat, Frank McKenzie, menganggap perang Israel melawan Hamas di Gaza sejauh ini gagal mencapai tujuannya. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pensiunan jenderal Amerika Serikat (AS), Frank McKenzie, menganggap perang Israel melawan Hamas di Gaza sejauh ini gagal mencapai tujuannya.

Alasannya, kata dia, militer Zionis tidak mampu menyingkirkan eselon politik dan eselon kepemimpinan militer Hamas sejak mereka masuk ke Gaza pada Oktober 2023.

McKenzie adalah mantan komandan Komando Pusat (CENTCOM), cabang militer AS yang wilayah operasinya mencakup Timur Tengah dan sekitarnya.

Menurutnya, tujuan militer Israel dalam perangnya di Gaza—jika dikatakan berhasil—maka itu "sangat terbatas".

Baca Juga: Abu Ubaidah: Brigade al-Qassam Habisi 15 Tentara Israel dan Hancurkan 43 Kendaraan Militernya

“Mereka menetapkan tujuan untuk menyingkirkan eselon politik dan eselon kepemimpinan militer Hamas ketika mereka masuk. Sampai saat ini mereka belum berhasil melakukan hal tersebut,” katanya kepada Face the Nation di CBS, yang dilansir Selasa (6/2/2024).

“Anda harus memiliki teori tentang apa yang akan terjadi setelah semuanya berakhir,” lanjut McKenzie.

“Anda memerlukan visi tentang keadaan akhir ketika Anda memulai kampanye militer karena semua yang Anda lakukan akan mengurangi atau menambah kemampuan Anda untuk mencapai titik tersebut," paparnya.

Dia menyatakan bahwa penguasaan penuh Israel atas Gaza adalah hasil yang paling tidak diinginkan, dan menambahkan bahwa negara-negara Arab akan dibutuhkan untuk membantu upaya di Gaza pascaperang.

Komentar tersebut muncul ketika Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa 113 orang telah tewas di Gaza akibat serangan Israel selama 24 jam terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved