Serangan Air Aki Terbanyak di Dunia Justru Terjadi di Inggris, Apa Pemicunya?

Senin, 05 Februari 2024 - 21:02 WIB
loading...
Serangan Air Aki Terbanyak...
Serangan air aki terbanyak di dunia terjadi di Inggris. Foto/Reuters
A A A
LONDON - Serangan zat kimia berbahaya dengan air aki terhadap seorang wanita dan dua anaknya yang masih kecil di barat daya London pekan lalu telah menyoroti peningkatan tren serangan serius yang melibatkan zat korosif di Inggris selama beberapa tahun terakhir.

Perburuan sedang dilakukan terhadap tersangka penyerang Abdul Ezedi, 35, menyusul insiden di Clapham pada Rabu lalu, yang melukai total 12 orang. Seorang wanita, 31, dan dua putrinya yang masih kecil, berusia delapan dan tiga tahun, masih dirawat di rumah sakit, dan luka yang dialami ibu mereka digambarkan sebagai “mengubah hidup.”

Pada Minggu, polisi London mengeluarkan informasi baru tentang zat alkali yang digunakan dalam serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa tes laboratorium menunjukkan bahwa zat tersebut adalah natrium hidroksida cair atau natrium karbonat cair – bahan kimia yang mudah dibeli secara online atau di toko perangkat keras khusus.

Baca Juga: Perang Besar Akan Mengakhiri Hegemoni AS di Timur Tengah, Kenapa?

Melansir RT, data dari lembaga amal Acid Survivors Trust International (ASTI) yang berbasis di Inggris, sebuah organisasi nirlaba yang berupaya menyoroti insiden-insiden tersebut secara global, menunjukkan bahwa Inggris mempunyai jumlah serangan air keras terbesar yang pernah tercatat di dunia.

Pada tahun 2022, ASTI mencatat 710 kasus penyerangan dengan bahan korosif, meningkat 69% dibandingkan 421 kasus pada tahun sebelumnya. Serangan asam mencapai puncaknya pada tahun 2017, menurut data ASTI, dengan total 941 kasus.

Data untuk tahun 2023 belum dipublikasikan, meskipun Layanan Kesehatan Nasional mengatakan mereka menerima total 82 rawat inap antara tahun 2022 dan 2023 karena cedera yang disebabkan oleh bahan kimia korosif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved