PBB Serukan Pembentukan Pemerintahan Lebanon yang Baru
Rabu, 12 Agustus 2020 - 19:53 WIB
loading...
PBB mendesak pihak berwenang Lebanon untuk segera membentuk pemerintahan baru, menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab dan kabinetnya. Foto/REUTERS
A
A
A
NEW YORK - PBB mendesak pihak berwenang Lebanon untuk segera membentuk pemerintahan baru. Desakan ini menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab dan kabinetnya.
Koordinator PBB untuk Lebanon, Jan Kubis menyerukan pembentukan pemerintahan baru yang memenuhi aspirasi rakyat Lebanon dan menikmati dukungan mereka, serta dapat mengatasi banyak tantangan mendesak yang dihadapi negara itu.
Kubis, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (12/8/2020), juga menekankan pentingnya menghindari periode kekosongan pemerintahan yang berkepanjangan. ( Baca juga: Menatap Masa Depan Lebanon di Tengah Ketidakpastian )
"Ada kebutuhan kemanusiaan segera yang perlu ditangani dan reformasi yang perlu dilakukan tanpa penundaan untuk memulihkan kepercayaan rakyat Lebanon, dan komunitas internasional di Lebanon," ucapnya.
Seperti diketahui, Diab mengumumkan pengunduran diri pemerintahannya pada awal pekan ini. Diab menyatakan ledakan besar yang menghancurkan Beirut dan kemarahan publik yang muncul itu akibat korupsi yang sudah meluas.
Ledakan di pelabuhan yang menyimpang lebih dari 2.000 ton amonium nitrat pada 4 Agustus telah menewaskan 163 orang, melukai lebih dari 6.000 orang serta menghancurkan kawasan ibu kota Beirut di Mediterania. Ledakan itu seakan menjadi puncak penderitaan dari beberapa bulan krisis politik dan ekonomi.
Saat pidato di televisi, Diab menyatakan mendukung seruan rakyat Lebanon untuk mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini harus diadili. ( Baca juga: Pemimpin Lebanon Sudah Diperingatkan Momok 2.750 Ton Amonium Nitrat sejak Juli )
Koordinator PBB untuk Lebanon, Jan Kubis menyerukan pembentukan pemerintahan baru yang memenuhi aspirasi rakyat Lebanon dan menikmati dukungan mereka, serta dapat mengatasi banyak tantangan mendesak yang dihadapi negara itu.
Kubis, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (12/8/2020), juga menekankan pentingnya menghindari periode kekosongan pemerintahan yang berkepanjangan. ( Baca juga: Menatap Masa Depan Lebanon di Tengah Ketidakpastian )
"Ada kebutuhan kemanusiaan segera yang perlu ditangani dan reformasi yang perlu dilakukan tanpa penundaan untuk memulihkan kepercayaan rakyat Lebanon, dan komunitas internasional di Lebanon," ucapnya.
Seperti diketahui, Diab mengumumkan pengunduran diri pemerintahannya pada awal pekan ini. Diab menyatakan ledakan besar yang menghancurkan Beirut dan kemarahan publik yang muncul itu akibat korupsi yang sudah meluas.
Ledakan di pelabuhan yang menyimpang lebih dari 2.000 ton amonium nitrat pada 4 Agustus telah menewaskan 163 orang, melukai lebih dari 6.000 orang serta menghancurkan kawasan ibu kota Beirut di Mediterania. Ledakan itu seakan menjadi puncak penderitaan dari beberapa bulan krisis politik dan ekonomi.
Saat pidato di televisi, Diab menyatakan mendukung seruan rakyat Lebanon untuk mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini harus diadili. ( Baca juga: Pemimpin Lebanon Sudah Diperingatkan Momok 2.750 Ton Amonium Nitrat sejak Juli )
(esn)
Lihat Juga :