3 Tentara AS Tewas dan 34 Lainnya Terluka akibat Serangan Drone di Yordania
Senin, 29 Januari 2024 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, pada hari Jumat, setidaknya terjadi 158 serangan terhadap pasukan AS dan koalisi di Irak dan Suriah. Namun, sebagian besar operasi tersebut tidak menimbulkan ancaman serius atau menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur.
Dalam serangan semalam, sistem pertahanan udara AS tampaknya gagal mencegat drone, yang merupakan serangan pertama terhadap fasilitas militer, yang dikenal sebagai Tower 22, sejak serangan terhadap sasaran AS dan koalisinya di wilayah tersebut meningkat pada 17 Oktober.
Sekadar diketahui, pasukan AS ditempatkan di wilayah tersebut untuk memberikan pelatihan dan bantuan kepada pasukan Yordania.
“Tiga anggota militer Amerika yang kami hilangkan adalah patriot dalam arti tertinggi,” kata Biden. “Dan pengorbanan terbesar mereka tidak akan pernah dilupakan oleh bangsa kita.”
“Kami akan menjalankan komitmen mereka untuk memerangi terorisme. Dan jangan ragu—kami akan meminta pertanggungjawaban semua pihak pada waktu dan cara yang kami pilih," imbuh Presiden Biden.
Serangan di Yordania terjadi ketika ketegangan meningkat di Timur Tengah, dan ketika negara-negara regional terus menolak pengeboman brutal Israel di Gaza sebagai respons terhadap serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober.
Washington, serta negara-negara lain, telah memperingatkan bahwa konflik tersebut dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Dalam serangan semalam, sistem pertahanan udara AS tampaknya gagal mencegat drone, yang merupakan serangan pertama terhadap fasilitas militer, yang dikenal sebagai Tower 22, sejak serangan terhadap sasaran AS dan koalisinya di wilayah tersebut meningkat pada 17 Oktober.
Sekadar diketahui, pasukan AS ditempatkan di wilayah tersebut untuk memberikan pelatihan dan bantuan kepada pasukan Yordania.
“Tiga anggota militer Amerika yang kami hilangkan adalah patriot dalam arti tertinggi,” kata Biden. “Dan pengorbanan terbesar mereka tidak akan pernah dilupakan oleh bangsa kita.”
“Kami akan menjalankan komitmen mereka untuk memerangi terorisme. Dan jangan ragu—kami akan meminta pertanggungjawaban semua pihak pada waktu dan cara yang kami pilih," imbuh Presiden Biden.
Serangan di Yordania terjadi ketika ketegangan meningkat di Timur Tengah, dan ketika negara-negara regional terus menolak pengeboman brutal Israel di Gaza sebagai respons terhadap serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober.
Washington, serta negara-negara lain, telah memperingatkan bahwa konflik tersebut dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Lihat Juga :