Bagaimana Strategi Militer Hamas Melawan Israel Terus Berkembang di Gaza Selatan?

Minggu, 28 Januari 2024 - 22:22 WIB
loading...
A A A
Ke depan, Hamas dapat menggunakan strategi serupa dengan yang digunakan Israel dalam serangan udaranya di Gaza utara dan selatan, dengan mengerahkan drone kamikaze untuk menyerang pasukan Israel "sebelum konfrontasi langsung", kata Poniscjakova.

2. Menggunakan Taktik Baru

Bagaimana Strategi Militer Hamas Melawan Israel Terus Berkembang di Gaza Selatan?

Foto/Reuters

Selain meningkatkan persenjataan, Hamas juga tampaknya akan memberlakukan rencana aksi baru terhadap Israel di Gaza selatan.

“Hamas dan milisi Palestina lainnya telah beralih dari melakukan operasi yang tertunda menjadi melakukan pertahanan yang disengaja,” tulis Institute for the Study of War.

Operasi di utara bertujuan untuk memperlambat kemajuan Israel “untuk memberikan waktu bagi Hamas untuk memindahkan para pemimpin dan perlengkapan militernya dari jalur Gaza utara ke bagian selatan jalur tersebut”, tambahnya.

Kini setelah medan pertempuran berpindah ke selatan, “pergeseran taktik menunjukkan bahwa Hamas dan milisi Palestina bersiap untuk berkomitmen secara tegas dalam mempertahankan diri dari operasi darat Israel”.

Pendekatan yang lebih konfrontatif secara langsung dari Hamas mungkin muncul karena adanya kebutuhan. Jika Hamas mampu mengalihkan operasinya ke selatan ketika pertempuran berkecamuk di Gaza utara, maka kini “tidak ada tempat lain untuk melarikan diri”, kata Poniscjakova.

Hamas mungkin juga bisa beroperasi lebih berani di wilayah selatan dibandingkan di wilayah utara. Brinner mengatakan di situlah gudang amunisi dan senjata utama kelompok tersebut, dan terdapat juga dukungan rakyat yang kuat terhadap Hamas khususnya di Khan Younis, kampung halaman dua pemimpin utama kelompok tersebut di Gaza, Yahya Sinwar dan Mohammed Deif.

“Di Jalur Gaza utara, kita telah melihat Hamas beroperasi lebih seperti kekuatan gerilya – menghindari pertempuran besar, menyelinap pergi dan kemudian kembali menyerang dan menyelinap lagi,” kata Ahron Bregman, spesialis masalah keamanan di Timur Tengah. di Kings College London, dilansir France 24.

“Tetapi taktik ini mungkin berubah ketika Israel beroperasi di Jalur Gaza bagian selatan. Ada dukungan kuat Hamas di sana, sehingga mereka mungkin akan melakukan perlawanan lebih keras.” Ini bisa berarti kembalinya struktur organisasi tradisional kelompok tersebut yang terbagi menjadi “formasi batalion, brigade, dan sebagainya”, kata Bregman.

“Orang-orang Israel juga kurang mengenal Jalur Gaza selatan dibandingkan dengan Jalur Gaza utara,” kata Bregman, dan mereka semakin mendapat tekanan dari komunitas internasional untuk membatasi melonjaknya angka kematian warga sipil di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Gabung Misi Global Sumud...
Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Kasus Obesitas Anak...
Kasus Obesitas Anak Meningkat, Dokter Ingatkan Batasan Konsumsi Gula
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
Generasi Emas Intitute...
Generasi Emas Intitute Ajak Anak Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved