Bagaimana Strategi Militer Hamas Melawan Israel Terus Berkembang di Gaza Selatan?

Minggu, 28 Januari 2024 - 22:22 WIB
loading...
Bagaimana Strategi Militer...
Hamas memiliki strategi khusus untuk mengalahkan tentara Israel. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Hamas , kelompok pejuang Islam di Gaza, memiliki banyak strategi dalam mengalahkan tentara Israel dalam perang, terutama di Gaza selatan.

Strategi Hamas tampak terkonsolidasi setelah gencatan senjata. Apalagi, ISW dan Proyek Ancaman Kritis American Enterprise Institute menyatakan Hamas yang bersekutu tampaknya telah meningkatkan persenjataan mereka dan menyesuaikan taktik mereka berdasarkan pembelajaran selama beberapa terakhir pertempuran di Jalur Gaza.

Bagaimana Strategi Militer Hamas Melawan Israel Terus Berkembang di Gaza Selatan?

1. Senjata yang Ditingkatkan

Bagaimana Strategi Militer Hamas Melawan Israel Terus Berkembang di Gaza Selatan?

Foto/Reuters

Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah peningkatan penggunaan eksplosif penetrator (EFP) – bahan peledak proyektil yang dirancang untuk menembus lapis baja, bahkan ketika ditembakkan dari jarak jauh. Senjata-senjata tersebut, yang hanya digunakan dua kali pada bulan Oktober dan November, telah dikerahkan lima kali sejak 1 Desember, menurut lembaga tersebut.

"Dari tiga jenis EFP yang digunakan saat ini, yang paling umum adalah meledakkan dan meluncurkan pecahan peluru baja ke segala arah, menimbulkan dampak mematikan biasanya dalam radius 10-40 meter”, kata Alexandre Vautravers, pakar keamanan di Global Studies Institute di Universitas Jenewa, dilansir France 24.

Rincian dalam laporan ISW tidak merinci jenis EFP yang digunakan oleh Hamas, namun mengindikasikan bahwa jenis tersebut lebih cenderung merupakan jenis kedua atau ketiga yang biasa digunakan sebagai amunisi anti-tank. "Keduanya memiliki proyektil berbentuk khusus yang mampu menembus baju besi atau benteng yang sangat tebal”, kata Vautravers.

Persenjataan yang lebih tua tidak sebanding dengan sistem pertahanan Trophy Israel yang dikembangkan pada akhir tahun 2000an untuk “mencegat proyektil sebelum mengenai kendaraan lapis baja”, kata Omri Brinner, spesialis geopolitik Timur Tengah di Tim Internasional untuk Studi Keamanan (ITSS) Verona. Dia menambahkan, bagaimanapun, perlindungan seperti itu “tidak dipasang pada setiap model tank”.

Namun EFP yang lebih modern – seperti yang diperkirakan digunakan oleh Hamas – dapat “diproyeksikan dengan kecepatan hipersonik, membuat mereka mampu menembus lapis baja tanpa dicegat oleh Trophy atau sistem serupa”, kata Vautravers.

Masih ada pertanyaan mengenai bagaimana Hamas memperoleh akses terhadap persenjataan canggih yang dirancang untuk menembus sistem Israel. Menurut Institute for the Study of War, EFP yang digunakan Hamas dibuat di Jalur Gaza.

Selain amunisi anti-tank, laporan ISW juga menyertakan rekaman video yang dirilis oleh Hamas pada tanggal 2 Desember yang menunjukkan para pejuangnya menggunakan drone serang satu arah untuk menargetkan pasukan Israel di Jalur Gaza utara.

Hal ini menandai kemajuan teknis lainnya dalam kemampuan militer kelompok tersebut. “Hamas telah mengembangkan drone selama beberapa dekade dan telah menggunakannya, namun tidak pernah secara efektif dan terutama untuk tujuan pelatihan,” kata Veronika Poniscjakova, spesialis aspek militer dalam konflik Israel-Palestina di Universitas Portsmouth di Inggris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Gabung Misi Global Sumud...
Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Yamaha Kenalkan Motor...
Yamaha Kenalkan Motor Listrik Penantang Honda e-CUV
Bocor Surat Gianni Infantino...
Bocor Surat Gianni Infantino untuk Argentina usai Final Piala Dunia 2026, Isinya Bikin Heboh
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Berita Terkini
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved