Duterte Akui Filipina Tak Sanggup Berperang Melawan China

Rabu, 23 Mei 2018 - 18:28 WIB
Duterte Akui Filipina...
Duterte Akui Filipina Tak Sanggup Berperang Melawan China
A A A
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan negaranya itu tidak mampu pergi berperang melawan Cina, di tengah seruan untuk tanggapan yang lebih kuat menyusul laporan bahwa Beijing telah mendaratkan pesawat pembom di pulau-pulau di kawasan Laut Cina Selatan.

“Saya tidak mampu untuk berperang saat ini. Saya tidak dapat pergi ke pertempuran yang tidak dapat saya menangkan dan hanya akan menghasilkan kehancuran bagi Angkatan Bersenjata kita," ucap Duterte.

"Saya benar-benar ingin melakukan sesuatu untuk menegaskan posisi kami. Tapi Anda tahu, ketika saya menjadi presiden, sudah ada keributan di Laut Filipina Barat," sambungnya saat menyampaikan dalam pidato di ulang tahun ke 120 Angkatan Laut Filipina di Manila,

Pada tahun 2012, Filipina secara resmi mengganti nama perairan di lepas pantai barat negara itu menjadi Laut Filipina Barat sebagai bagian dari upaya untuk mendefinisikan wilayah kedaulatannya.

Duterte, seperti dilansir Anadolu Agendy pada Rabu (23/5), kemudian menekankan keinginannya untuk membela kedaulatan Filipina, tetapi mengatakan dia tidak ingin membuat gerakan apapun yang akan menghancurkan negaranya.

"Dalam perkiraan saya sendiri, itu akan menjadi kerugian besar bagi bangsa, dan mungkin kita akan berakhir dengan kekalahan. Semua hal ini saya ingin Anda diketahui. Apakah Anda menerimanya atau tidak, itulah kenyataannya di lapangan," ungkapnya.

Duterte, bagaimanapun, mengatakan kepada Angkatan Laut Filipina untuk melanjutkan tugasnya dalam membela kedaulatan negara, khususnya di kawasan Laut Filipina Barat.

"Karena itu saya meminta masing-masing dari Anda untuk melakukan bagian Anda, sehingga dalam 120 tahun mendatang, kita dapat membentuk kekuatan Angkatan Laut yang akan bertahan seumur hidup, dan mungkin kita dapat mulai menyerang negara lain," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
1 jam yang lalu
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
1 jam yang lalu
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
2 jam yang lalu
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
3 jam yang lalu
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
5 jam yang lalu
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved