China: NATO Itu Mesin Perang Berjalan, Bikin Kekacauan di Mana-mana!

Jum'at, 26 Januari 2024 - 10:06 WIB
loading...
China: NATO Itu Mesin...
China sebut NATO sebagai mesin perang berjalan yang membuat kekacauan di mana pun pergi. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Pemerintah China mengecam NATO ketika ketegangan antara aliansi tersebut dan Rusia memanas akibat perang di Ukraina.

NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) sebagian besar berfokus pada masalah-masalah yang berkaitan dengan Eropa dan Amerika Utara. Namun, aliansi ini semakin mengarahkan perhatiannya ke Asia dalam beberapa tahun terakhir karena adanya ancaman regional dari China dan hubungan baik Beijing dengan Moskow.

"NATO itu mesin perang berjalan yang menyebabkan kekacauan di mana pun mereka pergi," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional China Wu Qian dalam konferensi pers di Beijing pada hari Kamis, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Jumat (26/1/2024).

Baca Juga: Jerman Siap Hadapi Perang Dunia III Rusia-NATO, Ini Respons Kremlin

Menurut laporan Xinhua, Wu mendesak NATO untuk berhenti mengarang kebohongan dan mengambil tindakan berbahaya yang menyebabkan kekacauan di kawasan Asia-Pasifik.

"Perlakukan China dan pengembangan angkatan bersenjata China secara objektif dan rasional, serta melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi perdamaian dunia,” tulis Xihua mengutip pernyataan Wu.

Sejumlah pengamat internasional telah menyatakan kekhawatirannya bahwa invasi Rusia ke Ukraina dapat menjadi contoh bagi China untuk mengambil kendali militer atas wilayah yang disengketakan, termasuk Taiwan.

Beijing baru-baru ini mengambil tindakan untuk menegaskan klaim kedaulatannya atas Selat Taiwan dan sebagian besar Laut China Selatan, yang bertentangan dengan hukum maritim internasional dan pandangan hampir semua negara di dunia.

Pekan lalu, Nikkei melaporkan bahwa para pejabat NATO sedang melakukan pembicaraan dengan Jepang untuk membangun “jalur komunikasi khusus untuk berbagi informasi keamanan sensitif dengan cepat” yang dapat melawan plot disinformasi yang dilakukan oleh negara-negara seperti China dan Rusia.

Rencana NATO untuk membuka kantor penghubung di Jepang dilaporkan terhenti tahun lalu setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kekhawatiran bahwa tindakan tersebut akan memprovokasi China.

Sebuah artikel opini yang diterbitkan pada bulan Juli oleh Global Times, sebuah tabloid yang dijalankan oleh Partai Komunis China, berpendapat bahwa NATO adalah “monster mengerikan yang harus dihindari dengan cara apa pun” dan mengancam aliansi tersebut dengan “konsekuensi serius” jika ikut campur di Asia.

“Secara lebih jelasnya, NATO harus segera menarik tangan hitamnya yang telah meluas ke kawasan Asia-Pasifik, dan NATO tidak boleh berpikir untuk mengambil alih separuh wilayahnya di masa depan,” bunyi artikel tersebut.

Pensiunan Laksamana Angkatan Laut AS James Stavridis, mantan panglima tertinggi sekutu NATO di Eropa, bulan lalu memperingatkan bahwa sengketa wilayah China dapat memicu perang dunia baru, dengan mengatakan bahwa kemungkinan ada “masa tenggang” 10 tahun untuk mempersiapkan kemungkinan tersebut.

Sementara itu, hubungan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin semakin menguat sejak perang Ukraina dimulai, meskipun Beijing secara resmi tetap netral dalam perang tersebut.

Pada saat yang sama, NATO telah memperluas dan membangun kehadiran militer di sepanjang perbatasannya dengan Rusia. Ketegangan di kawasan ini semakin memuncak, terutama karena perang dengan anggota NATO mana pun akan mewajibkan seluruh aliansi untuk ikut serta dalam konflik tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved