Mengapa Pangeran Mohammad Bin Salman Melakukan Reformasi dan Liberalisasi di Arab Saudi?

Kamis, 25 Januari 2024 - 19:19 WIB
loading...
A A A
“Para pengambil kebijakan tampaknya sudah tancap gas,” katanya.

Jelas bahwa perlu ada kemajuan nyata dalam Visi 2030. “Dalam pandangan saya, Putra Mahkota dan para pengambil kebijakan yang bekerja dengannya berusaha menemukan keseimbangan antara tujuan jangka panjang dan membuat kemajuan nyata di lapangan. Banyak dari perubahan terbaru ini yang memberikan dampak langsung," ujar Mogielnicki, dilansir DW.

Reformasi semacam itu juga mendapat lebih banyak dukungan dari generasi muda setempat, kata Mogielnicki. Hampir dua pertiga penduduk Arab Saudi berusia di bawah 35 tahun.

5. Bukan Perubahan Struktural Semata

"Meskipun beberapa perubahan – seperti peraturan tentang pengeras suara – mungkin tampak kecil bagi orang luar, namun secara keseluruhan reformasi tersebut penting," kata profesor ilmu politik Nathan Brown, peneliti senior di program Timur Tengah Carnegie Endowment, kepada DW. Dan yang paling penting adalah karena beberapa perubahan terlihat sangat tidak mungkin terjadi beberapa tahun yang lalu.

Brown mempertanyakan hal mengganggu saat ini adalah pola reformasi seperti apa yang diterapkan. “Reaksi umum saya adalah mengatakan bahwa hal-hal tersebut adalah bagian dari tren liberalisasi yang signifikan di beberapa bidang sosial, tetapi tidak di bidang politik. Beberapa di antaranya penting dalam kehidupan sehari-hari dan oleh karena itu tidak boleh diremehkan. Namun hal-hal tersebut bukanlah perubahan struktural,” katanya.

“Liberalisasi sosial dan liberalisasi politik tidak berjalan beriringan,” Brown dan rekan lain di program tersebut, Yasmine Farouk, menulis dalam sebuah artikel berjudul, “Reformasi Keagamaan Arab Saudi Tidak Menyentuh Apa Pun Selain Mengubah Segalanya.”

Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya, kata para analis Carnegie Endowment. Banyak dari perubahan yang terjadi hanyalah perombakan personel, prosedur, birokrasi dan peraturan perundang-undangan, bukan perombakan yang berarti. Dan penting untuk diingat bahwa banyak dari perubahan ini masih dapat dibatalkan, tambah mereka.

Apa yang dilakukan serangkaian reformasi bertahap adalah semakin memusatkan kekuasaan di dalam keluarga kerajaan Saudi. Faktanya, ada kecurigaan bahwa segala upaya mengutak-atik struktur kekuasaan, pembentukan komisi dan kantor baru, serta penerapan perubahan yang cepat hanyalah cara lain bagi Mohammad bin Salman untuk mengumpulkan kekuasaan dan memastikan pegawai negeri loyal kepadanya.

6. Mengurangi Pengaruh Paham Wahabi

Melansir DW, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa reformasi tersebut mengurangi kekuatan elit ulama Arab Saudi dan bahwa negara tersebut semakin menjauh dari landasan agama yang kokoh dalam kehidupan sosial, hukum dan politiknya.

Selama berabad-abad, aliran Islam Sunni yang kaku yang dikenal sebagai Wahhabisme, yang menekankan interpretasi ketat terhadap Al-Quran, telah menjadi pedoman budaya di Arab Saudi. Gejolak reformasi telah mengubah hal ini.

Salah satu contohnya adalah perubahan status polisi agama yang sebelumnya ditakuti, yang biasa berpatroli di jalan-jalan mencari penduduk setempat yang tidak berpakaian cukup sopan dan memastikan restoran dan toko tutup pada waktu salat, serta tugas-tugas lainnya. Saat ini, mereka tidak lagi mempunyai wewenang untuk menangkap pelanggar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
5 Alasan Trump Ingin...
5 Alasan Trump Ingin Mewujudkan Tatanan Baru dengan Penerapan Perjanjian Abraham kepada Negara Muslim
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Jadi 37 Orang, 400 Lebih Luka
Rekomendasi
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Hakim Perintahkan Barang...
Hakim Perintahkan Barang Bukti Tumbler hingga Video CCTV Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Berita Terkini
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved