3 Keuntungan Houthi dalam Perang Melawan AS dan Israel

Kamis, 25 Januari 2024 - 16:16 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Mengapa Houthi Ingin Dicap Teroris oleh AS?

2. Teknologi

3 Keuntungan Houthi dalam Perang Melawan AS dan Israel

Foto/Reuters

Melansir Insider, senjata anti-kapal modern sangat kuat namun cukup sederhana sehingga bahkan kelompok militan pun dapat mengoperasikannya (Hizbullah menggunakan rudal jelajah C-802 buatan Tiongkok untuk merusak kapal perang Israel pada tahun 2006). Drone itu murah, dan bahkan drone kecil pun dapat menyebabkan kerusakan kecil pada kapal besar.

Kelompok Houthi memiliki beragam rudal pembunuh kapal, sebagian besar berasal dari Iran tetapi dengan model Soviet dan Tiongkok yang lebih tua, menurut Institut Internasional untuk Studi Strategis. Rudal jelajah anti-kapal termasuk P-21 Termit era Soviet dan C-801 Tiongkok (dengan jangkauan hingga 80 mil), serta Ghadir Iran (185 mil) dan Quds Z-0 (dilaporkan memiliki jangkauan hingga 500 mil). ). Houthi juga memiliki rudal balistik anti-kapal buatan Iran dengan jangkauan sekitar 300 mil, serta drone.

Rudal-rudal ini ditembakkan dari peluncur bergerak yang dapat berpindah lokasi dengan cepat. Mereka dapat menembakkan roket dan kemudian berlari menjauh sebelum Angkatan Laut AS dapat menentukan lokasi peluncuran dan menyerangnya dengan rudal jelajah Tomahawk. Kelompok Houthi sudah familiar dengan taktik ini dari perang mereka selama 9 tahun dengan koalisi pimpinan Saudi yang terus mengebom mereka tanpa henti.

Geografi menambah ancaman teknologi. Pertahanan terbaik sebuah kapal bukanlah senjata atau pengacau, melainkan ruang terbuka. Bahkan kapal induk raksasa pun sulit dikenali di lautan luas, dan radar yang ada di dalam rudal anti-kapal tidak dapat mendeteksinya.

Itu sebabnya AS dan negara-negara lain menginvestasikan begitu banyak upaya pada satelit, pesawat patroli, dan sensor: untuk menyediakan data pelacakan real-time untuk memandu rudal mendekati kapal yang bergerak. Namun lebar Bab el Mandeb hanya 20 mil, yang berarti kapal dapat dilacak oleh radar darat, perahu kecil, drone kecil, atau bahkan pengamat puncak bukit dengan teropong yang bagus.

3. Politik

3 Keuntungan Houthi dalam Perang Melawan AS dan Israel

Foto/Reuters

Kelompok Houthi mengklaim bahwa mereka menyerang kapal-kapal Israel hanya karena solidaritas dengan Gaza, meskipun banyak dari kapal-kapal tersebut tidak ada hubungannya dengan Israel. Alasan sebenarnya tampaknya adalah upaya Iran untuk menggunakan proxy untuk menjadi kekuatan dominan di Teluk Persia dan Timur Tengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Kebakaran Hebat di Bar...
Kebakaran Hebat di Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang!
Ingin Ambil Alih Selat...
Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Adalah Malaikat Pelindung
Rekomendasi
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Jelang Pelimpahan Berkas,...
Jelang Pelimpahan Berkas, Gus Yaqut: Semoga Kebenaran Terungkap
Berita Terkini
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved