Mengapa Iran Membenci Bangsa Kurdi?

Senin, 22 Januari 2024 - 22:22 WIB
loading...
Mengapa Iran Membenci...
Bangsa Kurdi dibenci oleh Iran. Foto/Reuters
A A A
TEHERAN - Iran menembakkan 11 rudal balistik ke ibu kota Kurdistan Irak, Erbil, beberapa hari lalu. Itu menunjukkan bagaimana Iran sangat membenci bangsa Kurdi .

Bukan hanya basis militer Kurdi, tetapi juga rumah pengusaha Kurdi yang kaya dan terkenal, Peshraw Dizayee. Serangan itu menewaskan Dizayee, anggota keluarganya, dan sesama pengusaha Karam Mikhail.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berkuasa di Iran dengan cepat mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan tanpa dasar mengklaim bahwa mereka menargetkan pangkalan intelijen Israel.

Ini bukan pertama kalinya Iran menembakkan rudal mematikan ke wilayah Kurdistan Irak, jauh dari itu. Namun serangan tersebut adalah pertama kalinya Teheran dengan sengaja dan langsung membunuh warga sipil di Erbil dengan cara yang begitu terang-terangan.

Mengapa Iran Membenci Bangsa Kurdi?

1. Menolak Reunifikasi Bangsa Kurdi

Mengapa Iran Membenci Bangsa Kurdi?

Foto/Reuters

Iran pertama kali menembakkan rudal ke Kurdistan Irak pada bulan September 2018. Selama serangan itu, yang belum pernah terjadi sebelumnya pada saat itu, serangan rudal Fateh-110 Iran meratakan sebuah bangunan tempat dua faksi Partai Demokrat Kurdistan Iran bertemu untuk membahas reunifikasi, menewaskan 18 orang dan melukai diperkirakan 50.

Itu menunjukkan bagaimana Iran sangat tidak suka dengan proses reunifikasi bangsa Kurdi untuk membentuk negara. Bangsa Kurdi yang berada di Irak, Suriah dan Turki ingin bersatu untuk mendirikan negara Kurdi. Aksi itu yang ditentang oleh Iran.

Mohammed A. Salih, Peneliti Senior di Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri, yakin bahwa serangan pada Senin malam itu “sebagian belum pernah terjadi sebelumnya dan sebagian lagi belum pernah terjadi sebelumnya” mengingat beberapa insiden di masa lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved