Pasangan Gaza Terpaksa Menikah di Tenda Pengungsian saat Ancaman Bom Israel
Sabtu, 20 Januari 2024 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
“Impian saya adalah memberikan Shahad pernikahan terbaik, terindah di dunia,” kata ibunya, Umm Yahia Khalifa.
“Kami menyiapkan perlengkapan pernikahannya dan dia bahagia. Tapi semuanya hilang karena penembakan. Setiap kali dia mengingatnya, dia mulai menangis,” katanya.
Ketika pesta pernikahan kecil itu mulai bertepuk tangan dan menari, orang-orang di sekitar mereka melakukan pekerjaan sehari-hari mereka di antara barisan tenda yang terbentang di pasir, mencari makanan atau menggantungkan cucian.
Seorang gadis kecil dengan gaun merah muda dan putih tersenyum lebar ketika tepuk tangan dimulai dan bergabung dengan sekelompok anak-anak lain yang menari saat matahari terbenam di balik pagar pembatas yang tinggi dan di atasnya diberi kawat berduri.
“Kami menyiapkan perlengkapan pernikahannya dan dia bahagia. Tapi semuanya hilang karena penembakan. Setiap kali dia mengingatnya, dia mulai menangis,” katanya.
Ketika pesta pernikahan kecil itu mulai bertepuk tangan dan menari, orang-orang di sekitar mereka melakukan pekerjaan sehari-hari mereka di antara barisan tenda yang terbentang di pasir, mencari makanan atau menggantungkan cucian.
Seorang gadis kecil dengan gaun merah muda dan putih tersenyum lebar ketika tepuk tangan dimulai dan bergabung dengan sekelompok anak-anak lain yang menari saat matahari terbenam di balik pagar pembatas yang tinggi dan di atasnya diberi kawat berduri.
(ahm)
Lihat Juga :