Takut Diserang, Anggota NATO Bangun Ratusan Bunker Beton di Perbatasan Rusia
Sabtu, 20 Januari 2024 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
“Ada tanda tanya besar mengenai penjualan tanah di tenggara Estonia, misalnya karena masyarakat di sana tidak ingin menjual tanah, karena tanah itu penting bagi mereka, apakah tanah tersebut memiliki nilai tradisional ataukah itu murni tanah pertanian yang menjaga jiwa masyarakat tetap hidup di pelosok negeri ini,” ungkap dia.
Kementerian Pertahanan Estonia memperkirakan sekitar 600 bunker akan dibutuhkan untuk proyek tersebut, menurut outlet Posttimees.
Tiitus mengatakan, “Benteng tersebut tidak akan dirancang untuk merusak pemandangan atau mengganggu kehidupan sehari-hari.”
Benteng perbatasan mempunyai sejarah kontroversial di Eropa sejak Garis Maginot Prancis, dibangun selama perang dunia untuk mempertahankan perbatasan dari ancaman Jerman.
Tentara Nazi akhirnya mengepung serangkaian bunker beton dan tempat senjata, mengalahkan Prancis hanya dalam waktu enam pekan.
Pemimpin Komunis Albania Enver Hoxha membangun lebih dari 750.000 bunker beton di seluruh negeri antara tahun 1967 dan 1986, untuk membentengi kemungkinan invasi dari NATO dan blok Soviet yang tidak pernah terwujud.
Kementerian Pertahanan Estonia memperkirakan sekitar 600 bunker akan dibutuhkan untuk proyek tersebut, menurut outlet Posttimees.
Tiitus mengatakan, “Benteng tersebut tidak akan dirancang untuk merusak pemandangan atau mengganggu kehidupan sehari-hari.”
Benteng perbatasan mempunyai sejarah kontroversial di Eropa sejak Garis Maginot Prancis, dibangun selama perang dunia untuk mempertahankan perbatasan dari ancaman Jerman.
Tentara Nazi akhirnya mengepung serangkaian bunker beton dan tempat senjata, mengalahkan Prancis hanya dalam waktu enam pekan.
Pemimpin Komunis Albania Enver Hoxha membangun lebih dari 750.000 bunker beton di seluruh negeri antara tahun 1967 dan 1986, untuk membentengi kemungkinan invasi dari NATO dan blok Soviet yang tidak pernah terwujud.
(sya)
Lihat Juga :