Qatar: Keamanan Maritim di Laut Merah Tak Bisa Dijamin Tanpa Setop Perang Gaza

Selasa, 16 Januari 2024 - 20:30 WIB
loading...
Qatar: Keamanan Maritim...
Kapal kargo Galaxy Leader dikawal kapal Houthi di Laut Merah dalam foto yang dirilis 20 November 2023. Foto/media Houthi/REUTERS
A A A
DOHA - Keamanan kapal di Laut Merah tidak dapat dijamin tanpa mengakhiri perang di Jalur Gaza, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar Majed Al Ansari pada Selasa (16/1/2024).

“Memburuknya situasi di Yaman dan kawasan Laut Merah tidak dapat dianggap terpisah dari apa yang terjadi di Jalur Gaza. Tidak mungkin menjamin keselamatan kapal di Laut Merah dengan cara militer jika terjadi perang di Jalur Gaza terus berlanjut. Jika perang di Jalur Gaza berakhir, situasi di wilayah tersebut juga akan tenang,” ungkap Al Ansari dalam konferensi pers.

Pejabat tersebut tidak dapat mengomentari informasi tentang penangguhan pengangkutan gas alam cair dari Qatar ke Eropa melalui Laut Merah untuk menilai risiko keamanan setelah serangan Amerika Serikat (AS) di Yaman.

Pada November 2023, gerakan pejuang Ansar Allah Yaman, juga dikenal sebagai Houthi, mengumumkan niat mereka menyerang kapal mana pun yang terkait dengan Israel sampai Zionis menghentikan aksi militernya di Jalur Gaza.

Pada Desember, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengumumkan pembentukan operasi multinasional untuk mengamankan navigasi di Laut Merah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
Berita Terkini
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Infografis
Tiga Alasan Netanyahu...
Tiga Alasan Netanyahu Tak Berani Melanjutkan Perang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved