20 Pria Bersenjata Bentrok dengan Tentara Israel di Perbatasan Mesir
Selasa, 16 Januari 2024 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
Sejak hari-hari pertama perang, Israel telah berulang kali menembaki tembok perbatasan antara Rafah dan Mesir, memaksa Mesir menutup perbatasan sepenuhnya.
Selain itu, militer Israel melepaskan tembakan ke posisi perbatasan Mesir, mengklaim serangan tersebut tidak disengaja.
Ketegangan meningkat ketika Israel mengancam akan menduduki rute Philadelphia antara Rafah, di Gaza selatan, dan Mesir, dengan tuduhan Hamas menggunakan terowongan bawah tanah untuk menyelundupkan senjata.
Mesir membantah tuduhan tersebut dan menekankan semua terowongan telah dihancurkan.
Warga Palestina dan pihak lain menuduh Israel menggunakan terowongan yang terhubung dengan Mesir sebagai alasan untuk membenarkan pendudukan kembali wilayah tersebut, di mana lebih dari satu juta orang Palestina terpaksa tinggal di sana akibat serangan Israel yang menewaskan puluhan ribu warga sipil Palestina.
Para pejabat Israel telah terbuka tentang keinginannya mengusir warga Palestina keluar dari Jalur Gaza.
Beberapa pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang beraliran kanan, menyebut pembersihan etnis semacam ini sebagai ‘migrasi sukarela’.
Selain itu, militer Israel melepaskan tembakan ke posisi perbatasan Mesir, mengklaim serangan tersebut tidak disengaja.
Ketegangan meningkat ketika Israel mengancam akan menduduki rute Philadelphia antara Rafah, di Gaza selatan, dan Mesir, dengan tuduhan Hamas menggunakan terowongan bawah tanah untuk menyelundupkan senjata.
Mesir membantah tuduhan tersebut dan menekankan semua terowongan telah dihancurkan.
Warga Palestina dan pihak lain menuduh Israel menggunakan terowongan yang terhubung dengan Mesir sebagai alasan untuk membenarkan pendudukan kembali wilayah tersebut, di mana lebih dari satu juta orang Palestina terpaksa tinggal di sana akibat serangan Israel yang menewaskan puluhan ribu warga sipil Palestina.
Para pejabat Israel telah terbuka tentang keinginannya mengusir warga Palestina keluar dari Jalur Gaza.
Beberapa pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang beraliran kanan, menyebut pembersihan etnis semacam ini sebagai ‘migrasi sukarela’.
(sya)
Lihat Juga :