Dikira Orang China, Wanita Hamil di AS Ditinju Wajahnya

Selasa, 11 Agustus 2020 - 15:33 WIB
loading...
Dikira Orang China,...
Ilustrasi perempuan sedang hamil. Foto/REUTERS
A A A
PHILADELPHIA - Seorang wanita keturunan China-Amerika yang sedang hamil ditinju wajahnya saat berjalan dengan putrinya yang berusia 12 tahun di Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Penyerangnya, seorang wanita, mengira korban adalah warga China .

Insiden pemukulan bermula ketika penyerang mendatanginya dan tiba-tiba menyemprotkan air pada korban dan putrinya dua minggu lalu. Korban yang bernama Jing Chen, seperti dikutip WPVI, media afiliasi ABC, yakin bahwa dia serang karena rasnya.

Ketika Jing Chen bertanya kepada penyerangnya mengapa dia menyemprotkan air, si penyerang berbalik dan mengumpat, "Anda, China."

"Maka, saya, sebagai seorang Ibu, berkata, 'Anda juga!'," kata Jing Chen. (Baca: Ilmuwan China Lari ke AS: Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis )

"Dia (penyerang) kembali kepada saya di depan wajah saya dan saya bertanya kepadanya, 'Apa yang akan Anda lakukan, saya hamil, apakah Anda akan menyakiti saya?'," lanjut Jing Chen.

Penyerang itu kemudian melihat benjolan perut Chen yang sedang mengandung bayi dan tiba-tiba meninju wajahnya.

Setelah serangan tersebut, anggota dan aktivis Chinatown Disability Advocacy Project (Proyek Advokasi Disabilitas Chinatown) Anna Perng mencatat bahwa penyerang itu sengaja menyeberang jalan dan memilih Chen dan putrinya sebagai target.

Perng juga menekankan bagaimana penyerang menyebut ras Chen dalam insiden itu. (Baca juga: Militer AS Cari Cara Kalahkan China di Indo-Pasifik )

Pihak berwenang sekarang memburu tersangka yang diidentifikasi bernama Delores Marte, yang mereka yakini sebagai pengemis.

Marte akan dikenai dakwaan melakukan penyerangan sederhana, penyerangan sembarangan yang membahayakan orang lain dan pelecehan. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa mereka belum mengesampingkan dakwaan tambahan.

Meskipun Chen dan Perng telah menekankan ras Chen dalam insiden tersebut, Kantor Kejaksaan Distrik Philadelphia menjelaskan bahwa tidak ada "bukti yang cukup" untuk membuktikan bahwa kasus tersebut merupakan "intimidasi etnik".

Namun, direktur eksekutif Philadelphia Chinatown Development Corporation John Chin mengatakan bahwa ketakutan dan kekhawatiran yang meningkat tentang sentimen anti-Asia hadir di tengah pandemi virus corona.

Aliansi Buruh Amerika Asia Pasifik menyatakan April lalu bahwa laporan pelecehan terhadap orang Amerika keturunan Asia telah meningkat selama pandemi. Diskriminasi terjadi setelah kasus pertama Covid-19 dilaporkan di Wuhan, China, akhir tahun 2019 lalu.

Chen sejak itu telah memperingatkan lebih dari 200 keluarga China-Amerika tentang tersangka melalui aplikasi WeChat. Chen juga menyatakan bahwa dia tidak meninggalkan rumahnya sejak 4 Agustus dan sekarang ketakutan karena kejadian tersebut.

Aktivis komunitas seperti Pergn dan Chin, seperti dikutip The Star, Selasa (11/8/2020), mengatakan sudah membahas masalah ini dengan pemimpin kota setempat. Sementara itu, petugas polisi kini memiliki surat perintah penangkapan untuk Marte.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved