6 Alasan Houthi Ingin Berperang Melawan Amerika Serikat

Sabtu, 13 Januari 2024 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Michael Mulroy, mantan wakil asisten menteri pertahanan untuk Timur Tengah di bawah pemerintahan Trump, mengatakan Pentagon harus mempersiapkan aksi militer tambahan.

“AS harus mulai merencanakan untuk meningkatkan respons kami terhadap serangan lebih lanjut di Laut Merah atau Suriah dan Irak,” katanya.

“Dan IRGC Iran harus dimasukkan dalam target tersebut,” tambahnya, menggunakan akronim dari Korps Garda Revolusi Iran.

Iran memperjuangkan Houthi sebagai bagian dari “poros perlawanan” regionalnya – kumpulan kelompok yang didukung Iran yang mencakup kelompok militan Palestina Hamas dan milisi di Irak dan Suriah.

Amerika Serikat menuduh Iran memfasilitasi serangan Houthi di Laut Merah, memberikan kemampuan militer dan intelijen untuk melaksanakannya.

Kelompok Houthi menyangkal menjadi boneka Teheran dan mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi regional.

Meski begitu, Feierstein memperingatkan hal pembangkangan Houthi terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya membantu memperkuat citra mereka di Timur Tengah, sebuah kekhawatiran yang juga dirasakan oleh beberapa pejabat AS saat ini.

“Secara regional, hal ini meningkatkan profil Houthi. Hal ini menempatkan mereka di peringkat pertama afiliasi Iran di ‘Poros Perlawanan’,” kata Feierstein.

“Kita seharusnya tidak memberikan apa yang diinginkan Houthi, dan itulah yang sebenarnya kita lakukan.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Iran-Israel Perang Lagi,...
Iran-Israel Perang Lagi, Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara
Rekomendasi
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved