Bukan Perang dengan China yang Ditakutkan Anak Muda Taiwan, tapi...

Jum'at, 12 Januari 2024 - 16:19 WIB
loading...
A A A
Ketika harus membeli rumah sendiri, "Saya sudah putus asa", kata pria berusia 37 tahun yang bekerja di film dokumenter.

"Saya tidak mengerti alasan mengapa saya harus membeli. Gaji saya cukup rendah. Saya rasa saya tidak mampu membayar uang jaminan untuk membeli rumah, tidak sekarang, bahkan sepuluh tahun lagi."

“Saat ini ada pepatah – untuk membeli rumah di Taipei, Anda tidak bisa makan atau minum selama 15 tahun,” kata Brian Hioe, komentator politik muda Taiwan dan editor majalah online New Bloom.

“Ada kemarahan terhadap DPP karena gagal mengatasi masalah ekonomi yang sudah lama dihadapi Taiwan.”

Ia mencatat bahwa sentimen ini terutama terlihat di kalangan pemilih Gen Z yang memandang partai tersebut sebagai partai yang mapan, dan tidak begitu ingat pemerintahan Kuomintang (KMT) sebelum kekuasaan DPP saat ini.

Meskipun DPP telah memenangkan suara di masa lalu dalam kampanyenya untuk melindungi Taiwan dari Tiongkok, strategi ini telah melemahkan kesabaran sebagian pemilih muda. Mereka “merasa bahwa isu lintas selat adalah sesuatu yang dimanfaatkan oleh partai politik untuk memenangkan pemilu” dan mengesampingkan isu-isu lain, tambahnya.

Para penentang DPP berharap bisa memanfaatkan rasa frustrasi mereka.

KMT, partai politik besar lainnya di Taiwan, menilai DPP korup dan tidak kompeten serta menjanjikan perubahan. Dulunya merupakan petahana yang memerintah pulau itu dengan cengkeraman besi, ia berganti kekuasaan dengan DPP setiap delapan tahun sejak tahun 2000.

Namun Partai Rakyat Taiwan (TPP) yang baru dipimpin oleh Ko Wen-je lah yang mendapatkan daya tarik di kalangan pemilih muda, terutama mereka yang kecewa dengan dua partai utama tersebut. Mantan ahli bedah ini mendapatkan banyak penggemar karena kepribadiannya yang pragmatis dan terus terang, meskipun ia juga dikritik karena komentarnya yang dianggap seksis dan homofobik.

Kemudian, Harrison Wu, seorang insinyur berusia 25 tahun. Ia memilih DPP pada pemilu lalu, namun harapannya terhadap partai tersebut berubah menjadi kekecewaan.

“[Presiden] Tsai Ing-wen terlalu lunak,” katanya, sebelum melontarkan serangkaian keluhan mulai dari harga rumah yang selangit, upah rendah hingga skandal korupsi partai.

“Mereka menguasai legislatif selama delapan tahun dan tidak menyelesaikan apa pun. Sekarang mereka meminta kita untuk kembali memberikan suara mayoritas di DPP, tapi apa gunanya?”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Gawat, Konflik AS dan...
Gawat, Konflik AS dan China atas Taiwan Berisiko Memicu Eskalasi Nuklir
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved