Apa yang Menanti Mesir setelah Terpilihnya Kembali Presiden Abdel Fattah el-Sisi?

Rabu, 10 Januari 2024 - 14:14 WIB
loading...
A A A
Dr Polimeno mengatakan kepada TNA: “Perekonomian mempunyai risiko struktural dan finansial yang besar serta kendala sosial yang masih terabaikan. Negara ini masih menghadapi risiko keruntuhan finansial, cadangan devisa menyusut, impor melebihi ekspor, dan negara berada dalam krisis pangan yang parah akibat melonjaknya harga pangan”.

“Meskipun demikian, pada tahun 2024 Mesir berencana melakukan perpanjangan Ibu Kota Baru namun hal ini berisiko membebani defisit utang negara yang pada tahun 2024 sebesar 368 miliar dolar AS.”

“Masalah utama baginya adalah jika ia mengubah model perekonomian, ia akan kehilangan komponen penting dari kelompok elit di Mesir dan militer adalah bagian dari hal tersebut.”

7. Memindahkan Ibu Kota

Apa yang Menanti Mesir setelah Terpilihnya Kembali Presiden Abdel Fattah el-Sisi?

Foto/Reuters

Megaproyek seperti Ibu Kota Baru telah menjadi salah satu karakteristik yang paling menentukan dari masa jabatan Sisi selama 11 tahun dan lanskap Mesir telah berubah karena banyaknya pembangunan yang terjadi secara dramatis.

Presiden Sisi mengatakan kepada warganya bahwa dia akan “terus membangun republik baru” dalam pidato pemilunya dan kemungkinan besar tidak akan mengubah kebijakan pembangunannya meskipun terjadi krisis ekonomi, Mandour yakin.

“Dia sudah mengatakan secara terbuka bahwa dia tidak akan memperlambat megaproyek. Tidak akan ada perubahan mendasar dalam kebijakan, apalagi hal ini belum terjadi dalam tiga tahun terakhir, meskipun krisis ekonomi sudah parah.”

8. Mengamakan Elite Politiknya

Salah satu alasan di balik kelanjutannya adalah kebutuhan Sisi untuk menjaga militer tetap berada di sisinya. “Saya pikir masalah utama baginya adalah jika dia mengubah model ekonomi, dia akan kehilangan komponen penting dari kelompok elit di Mesir dan militer adalah bagian dari hal tersebut,” kata Kolombo.

“Karena proyek infrastruktur dan industri ekstraktif merupakan pendapatan utama bagi kelompok elit, mengubah model berarti mereka akan berhenti mendukung Sisi. Namun hal ini juga menjadi masalah karena diskusi dengan IMF terus berlanjut dan IMF berupaya mengurangi sektor publik di Mesir, yang memiliki komponen militer yang kuat.”

Meskipun masalah ekonomi Sisi semakin meningkat seiring dengan berjalannya pembangunan, Mandour berpendapat bahwa megaproyek tersebut akan menyerap lebih banyak sumber daya keuangan yang semakin berkurang. “Kecenderungan yang paling mungkin terjadi adalah kapitalisme negara yang dimiliterisasi akan menjadi lebih ganas dan akan melakukan kanibalisme terhadap lebih banyak sumber daya publik.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved