Presiden Macron Tunjuk Politikus 34 Tahun Jadi PM Termuda

Rabu, 10 Januari 2024 - 06:48 WIB
loading...
A A A
Berhasil dalam pemilu Eropa sangat penting jika Macron ingin tetap berpengaruh di Brussel seperti yang dia lakukan selama enam tahun terakhir.

Pada pemilu terakhir tahun 2019, partainya unggul tipis dari RN, sehingga kedua kubu mendapatkan jumlah kursi yang sama dan pasukan Macron yang masih muda cukup untuk mempertimbangkan pilihan jabatan-jabatan penting di Uni Eropa.

Baca Juga: Mengapa Prancis Membantu Gaza meski Sekutu AS?

Jika RN tampil jauh lebih baik dibandingkan partai Macron, hal ini tidak hanya akan menyakitkan secara simbolis, namun juga akan mengurangi pengaruh Macron terhadap kebijakan Uni Eropa, karena kelompok Renew yang dipimpinnya juga akan kehilangan banyak anggota parlemen Spanyol dan Belanda.

Pengaruh Perancis di Eropa telah berkembang di bawah kepemimpinan Macron, dengan kepergian Inggris dan pensiunnya mantan Kanselir Jerman Angela Merkel yang membuka jalan bagi gagasan Perancis yang lebih statis untuk mempengaruhi pembuatan kebijakan Uni Eropa.

Namun pemilu ini terjadi dengan latar belakang peningkatan populis dari Slovakia hingga Belanda, yang menguji kemampuan keluarga Macron di Eropa untuk mempertahankan peran berpengaruh di parlemen.

Beberapa orang berpendapat Macron harus lebih fokus pada masalah di dalam negeri.

“Emmanuel Macron sangat sibuk di panggung internasional, tetapi dia harus kembali ke arena domestik dan mengurus masalah masyarakat seperti pendidikan dan perumahan, yang merupakan bom waktu,” kata Patrick Vignal, anggota parlemen dari partai Macron.

Namun demikian, masih harus dilihat apakah Attal dapat menjabat sebagai perdana menteri sebaik yang dia lakukan dalam peran sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Presiden Emmanuel Macron...
Presiden Emmanuel Macron dan Istri Nonton Konser BTS di Paris, Penggemar Heboh
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Ngeri! Kecelakaan Maut...
Ngeri! Kecelakaan Maut Bus Kemendagri, 35 Orang Tewas
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved