Indonesia Dambakan Jet Siluman F-35 AS, tapi Beli Mirage Bekas Qatar Pun Tak Sanggup

Sabtu, 06 Januari 2024 - 11:50 WIB
loading...
A A A
Indonesia adalah pemain utama dalam pertarungan geopolitik antara Beijing dan Washington untuk mendapatkan pengaruh di Asia.

Negara ini kaya akan sumber daya alam dengan perekonomian bernilai triliunan dolar yang berkembang pesat dan jumlah penduduk yang cukup besar dan terletak di tepi selatan Laut China Selatan.

Letaknya strategis—dengan 17.000 pulau yang melintasi jalur laut penting yang membentang ribuan mil. Hal ini menjadikan negara ini penting untuk pertahanan ketika China dan Amerika bersiap menghadapi potensi konfrontasi atas Taiwan.

Indonesia secara tradisional menahan diri untuk tidak bersekutu dengan satu kekuatan—Amerika Serikat atau pun China.

Jakarta memutuskan untuk memilih F-15 terbaru dari AS untuk melawan China di Kepulauan Natuna di tepi Laut China Selatan.

Negara kepulauan ini serius dalam memodernisasi kekuatannya dan mengerahkan sumber dayanya ke arah yang sama. Pada tahun 2023, Indonesia mengalokasikan USD8,8 miliar untuk pertahanan, tumbuh pada compound annual growth rate (CAGR) sebesar 1,9% dari tahun 2019 hingga 2023, menurut analisis GlobalData's yang berjudul “Indonesia Defense Market 2023-2028".

Dengan perkiraan CAGR sebesar2,2% sepanjang periode estimasi, peningkatan ini diperkirakan akan terus berlanjut, dengan sasaran anggaran pertahanan sebesar USD9,7 miliar pada tahun 2028.

Angkatan Udara Indonesia memiliki daftar keinginan 180 pesawat tambahan di bawah persyaratan kekuatan esensial minimum.

Pesawat-pesawat tersebut termasuk pesawat angkut taktis, helikopter angkut berat, dan pesawat pengintai canggih. Angkatan Laut-nya akan mengakuisisi armada kapal selam dan fregat. Negosiasi juga sedang berlangsung dengan India untuk membeli rudal jelajah supersonik BrahMos.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved