29 Tentara Israel Ditembak Temannya Sendiri saat Berperang di Gaza
Senin, 01 Januari 2024 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Israel Klaim Tetap Lanjutkan Perang pada 2024, Hamas Tidak Akan Menyerah
Saat ini terdapat puluhan ribu pasukan infanteri, tank, dan pasukan lainnya di Gaza yang mengambil bagian dalam serangan darat Israel terhadap Hamas, yang beroperasi di lingkungan padat di Jalur Gaza.
Militer mengatakan mereka terus-menerus menilai pertempuran yang sedang berlangsung, termasuk kasus-kasus baku tembak, dan dengan cepat menerapkan pelajaran yang didapat.
Meski begitu, IDF berulang kali memuji kerja sama antara berbagai cabang militer, terutama pesawat yang memberikan dukungan udara kepada pasukan di darat.
IDF telah mengumumkan kematian 172 tentara yang terbunuh di Gaza sejak dimulainya serangan darat pada 27 Oktober.
Melansir IDF, sebanyak 937 tentara lainnya terluka dalam operasi darat tersebut – 211 luka berat, 347 luka sedang, dan 379 luka ringan.
Operasi darat tersebut dilakukan setelah pemboman udara selama tiga minggu setelah pembantaian yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober, ketika teroris Palestina menyerbu perbatasan ke Israel selatan dan membunuh sekitar 1.200 orang – sebagian besar warga sipil – dan menculik sedikitnya 240 orang.
Saat ini terdapat puluhan ribu pasukan infanteri, tank, dan pasukan lainnya di Gaza yang mengambil bagian dalam serangan darat Israel terhadap Hamas, yang beroperasi di lingkungan padat di Jalur Gaza.
Militer mengatakan mereka terus-menerus menilai pertempuran yang sedang berlangsung, termasuk kasus-kasus baku tembak, dan dengan cepat menerapkan pelajaran yang didapat.
Meski begitu, IDF berulang kali memuji kerja sama antara berbagai cabang militer, terutama pesawat yang memberikan dukungan udara kepada pasukan di darat.
IDF telah mengumumkan kematian 172 tentara yang terbunuh di Gaza sejak dimulainya serangan darat pada 27 Oktober.
Melansir IDF, sebanyak 937 tentara lainnya terluka dalam operasi darat tersebut – 211 luka berat, 347 luka sedang, dan 379 luka ringan.
Operasi darat tersebut dilakukan setelah pemboman udara selama tiga minggu setelah pembantaian yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober, ketika teroris Palestina menyerbu perbatasan ke Israel selatan dan membunuh sekitar 1.200 orang – sebagian besar warga sipil – dan menculik sedikitnya 240 orang.
Lihat Juga :