RS India Gunakan Kaki Hasil Amputasi untuk Bantal Pasien

Minggu, 11 Maret 2018 - 15:47 WIB
RS India Gunakan Kaki...
RS India Gunakan Kaki Hasil Amputasi untuk Bantal Pasien
A A A
NEW DELHI - Staf rumah sakit di Uttar Pradesh, India, mendapat kecaman setelah sebuah video menunjukan salah satu kaki pasien yang diamputasi digunakan sebagai bantal untuk menopang kepalanya setelah dioperasi. Investigasi pun langsung dilakukan oleh otoritas setempat.

Insiden perlakuan memalukan dan tidak berperasaan itu terjadi di Maharani Laxmibai Medical College di Jhansi, di negara bagian Uttar Pradesh bagian selatan. Pasien dibawa ke rumah sakit menyusul kecelakaan lalu lintas yang menimpa dirinya. Dokter dipaksa mengamputasi kaki kirinya dan kaki bagian bawah.

Dalam video yang muncul, pasien yang merupakan seorang laki-laki terbaring di tempat tidur perawatan dengan kaki hasil amputasi di bawah kepalanya. Kepala rumah sakit Sadhna Kaushik mengklaim bahwa kerabat pasien yang telah menempatkan potongan anggota badan itu di bawah kepalanya, dan staf rumah sakit yang memindahkannya.

Kaushik kepada wartawan TV mengatakan bahwa dokter yang menangani pasien memerlukan sesuatu untuk mengangkat kepalanya dan "orang yang menemai pasien" menggunakan kakinya.

Tapi saudara ipar pasien membantah pernyataan tersebut.

"Ketika kami sampai di rumah sakit kami menemukan kakinya yang teramputasi di bawah kepalanya, saat kami bertanya ke rumah sakit tentang hal itu, mereka tidak menjawab apapun. Tidak ada yang mendengar kami dari pukul delapan pagi sampai pukul dua malam," kata Janaki Prasad.

"Kami terus bertanya mengapa dia tidak diberi bantal, tidak ada dokter yang mendengarkan kami, lalu kami harus mengambil kakinya dan menyimpannya ke samping," imbuhnya seperti dikutip dari RT, Minggu (11/3/2018).

Kaushik mengatakan pihaknya telah membentuk sebuah komite untuk menyelidiki insiden tersebut. Ia pun bersumpah akan bertindak tegas jika terbukti ada staf yang bertanggung jawab atas kejadian itu. Ia mengatakan seorang dokter ortopedi residen senior, petugas medis darurat, seorang perawat yang bertanggung jawab dan anggota staf lainnya telah diskors, menunggu penyelidikan tersebut, sementara proses persidangan dimulai dengan seorang konsultan on-call doctor.

Wakil Menteri Luar Negeri Uttar Pradesh Dinesh Sharma mengatakan bahwa dia tidak memiliki cukup informasi untuk mengomentari skandal tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
21 menit yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
30 menit yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
1 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
2 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Perintahkan...
Pakistan Perintahkan Militer untuk Membalas Serangan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved