Jajak Pendapat Ungkap Hanya Separuh Warga Inggris Percaya Vaksin Covid-19

loading...
Jajak Pendapat Ungkap Hanya Separuh Warga Inggris Percaya Vaksin Covid-19
Sebuah jajak pendapat baru menemukan bahwa hanya 53% warga Inggris yang yakin atau sangat mungkin menggunakan vaksin Covid-19. Foto/REUTERS
A+ A-
LONDON - Sebuah jajak pendapat baru menemukan bahwa hanya 53% warga Inggris yang yakin atau sangat mungkin menggunakan vaksin Covid-19. Hal ini disebabkan akan keyakinan pada teori konspirasi, yang mendorong orang untuk menolak atau tidak mempercayai vaksin.

Jajak pendapat tersebut dilakukan oleh lembaga survei Ipsos Mori dan peneliti di King's College London (KCL), dengan melibatkan 2.237 orang berusia antara 16 hingga 75 tahun. (Baca juga: Besok, Jokowi Bakal Tinjau Dimulainya Uji Klinis Vaksin COVID-19)

Dari mereka yang diwawancarai, 16% mengatakan bahwa mereka pasti tidak akan mendapatkan vaksinasi, atau sangat tidak mungkin. Itu berarti satu dari enam orang Inggris. Antara usia 16 hingga 34 tahun, 22% mengatakan mereka tidak akan mendapatkan vaksin, dua kali lipat dari tingkat usia 55 hingga 75 tahun.

Mereka yang mengatakan mereka tidak akan divaksinasi termasuk 34% yang percaya bahwa pemerintah menggunakan Covid-19 untuk mengendalikan populasi dan 36% berpikir terlalu banyak keributan yang dibuat terkait pandemi.

Mereka juga lebih cenderung percaya bahwa masker sebenarnya buruk bagi kesehatan manusia dan ingin membuat keputusan sendiri. 27% dari mereka yang mengatakan akan menolak atau tidak mungkin mendapatkan vaksin juga mendapat kabar atau informasi dari WhatsApp mengenai virus ini.



“Kesalahpahaman tentang vaksin adalah salah satu kepercayaan kami yang paling langsung merusak dan jelas mempengaruhi niat orang selama krisis virus Corona," ucap Bobby Duffy, direktur lembaga kebijakan di KCL, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (10/8/2020). (Baca juga: Takut Terinfeksi Penyebab Maraknya Vaksin Corona Abal-Abal)

“Sementara satu dari enam di Inggris mengatakan mereka tidak mungkin, atau pasti tidak akan, mendapatkan vaksin potensial, ini meningkat menjadi sekitar sepertiga atau lebih di antara kelompok tertentu, dengan hubungan yang jelas dengan kepercayaan pada teori konspirasi dan ketidakpercayaan pada pemerintah. , otoritas dan sains," sambungnya.

Duffy menambahkan bahwa vaksin adalah salah satu pencapaian terbesar dan ada keyakinan besar bahwa pihaknya pada akhirnya akan mengembangkannya untuk Covid-19. "Tetapi lebih banyak lagi yang perlu diyakinkan tentang betapa pentingnya untuk mengakhiri krisis ini," tukasnya.
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top