Israel Bunuh 8.800 Anak-anak Palestina dalam 82 Hari

Kamis, 28 Desember 2023 - 14:45 WIB
loading...
Israel Bunuh 8.800 Anak-anak...
Seorang pria menggendong anak korban serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, 17 Oktober 2023. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Israel telah membunuh 8.800 anak-anak dan 6.300 wanita Palestina sejak serangan di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023.

Data terbaru itu diungkap kantor media Gaza pada Rabu, Anadolu Agency melaporkan.

“Jumlah warga Palestina terbunuh yang dibawa ke rumah sakit di Jalur Gaza sejak awal perang telah mencapai 21.110 orang,” ungkap laporan itu.

“Selama 82 hari perang genosida yang komprehensif, tentara Israel melakukan 1.779 pembantaian, mengakibatkan 28.110 orang menjadi martir dan orang hilang,” papar laporan itu.

Sementara itu, wabah penyakit mengancam jutaan pengungsi Palestina di penjuru Jalur Gaza.

Reem Abu Daqqa dan keluarganya telah berlindung di Rumah Sakit Eropa di Gaza selatan selama lebih dari dua bulan untuk menghindari pemboman Israel.

Seperti 85% dari 2,4 juta penduduk Gaza yang terpaksa mengungsi sejak perang Israel di Gaza, Abu Daqqa tidak punya tempat lain untuk pergi.

Pria berusia 45 tahun itu adalah penduduk kota Abasan Al Kabira, sebelah timur Khan Younis, kota di selatan yang menjadi pusat pertempuran perkotaan terbaru antara pasukan Israel dan kelompok pejuang Palestina.

Baca juga: Iran Ancam Ratakan Tel Aviv jika Israel Berani Lakukan Ini

Dengan serangan udara Israel yang sedang berlangsung di daerah permukiman, banyak anggota keluarganya terluka.

Mereka terpaksa terpecah menjadi dua kelompok, ada yang mengungsi di Rumah Sakit Nasser, ada pula yang berakhir di Rumah Sakit Eropa.

Berbicara kepada Middle East Eye, Abu Daqqa menggambarkan akomodasi darurat di dalam lingkungan rumah sakit.

“Kami tidak mempunyai pilihan lain selain mendirikan tenda yang terbuat dari nilon dan penutup tempat tidur pasien,” ujar dia.

Dia menambahkan, tempat yang penuh sesak ini juga dirusak oleh tidak adanya pasokan air yang terus menerus, sehingga menghambat kemampuan mereka menjaga kebersihan, yang berujung pada penyebaran penyakit mematikan.

“Api yang dinyalakan menggunakan kain dan sepatu, memperburuk polusi dan bahaya kesehatan,” ungkap dia.

Abu Daqqa menambahkan, anak-anak sangat rentan, dimana kasus gastroenteritis muncul karena lingkungan yang tercemar.

Air yang tidak mencukupi untuk mandi dan waktu tunggu yang lama untuk mengakses kamar mandi – terkadang hingga satu jam, menambah penderitaan mereka.

Pada Rabu, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan jumlah korban tewas akibat operasi Israel telah melampaui 21.000 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Herzi Halevi, panglima angkatan bersenjata Israel, pada Selasa (26/12/2023) mengatakan permusuhan akan berlanjut selama “berbulan-bulan lagi”.

Lebih dari 1,9 juta warga Palestina telah menjadi pengungsi sejak awal serangan Gaza, menurut perkiraan PBB.

Hanya sejumlah kecil bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza sejak awal perang karena Israel telah memberlakukan blokade total terhadap jalur tersebut, termasuk memutus pasokan air dan listrik, yang menyebabkan kekurangan air, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved