Kalah Perang Melawan Hamas, Jumlah Janda dan Anak Yatim di Israel Meningkat Tajam
Kamis, 28 Desember 2023 - 10:55 WIB
loading...
Jumlah janda dan anak yatim di Israel meningkat tajam karena banyak tentara yang tewas dibantai Hamas. Foto/The Jerusalem Post
A
A
A
GAZA - “Katakan pada Tuhan, ‘Sudah cukup!’ Berapa banyak lagi anak yatim dan janda yang belum ada di sini? Itu tidak mungkin,” kata Aviya Luber pada Rabu (28/12/2023) dalam pidatonya untuk suaminya, Elisha Yehonatan Luber, 24, yang tewas dalam pertempuran di Gaza selatan.
Itu merupakan bentuk kekecewaan Luber yang sedih dan kini menyandang status janda karena suaminya tewas dibantai Hamas . Putranya pun menjadi anak yatim karena kalah perang melawan Hamas. Status Luber menjadi janda pun menambah jumlah perempuan Israel menyandang status baru tersebut.
“Yehonatan, doakan kami berhasil,” katanya saat pemakamannya di Pemakaman Militer Mount Herzl di Yerusalem. “Hubungan Anda dengan Tuhan sangatlah penting; sekarang kamu dekat dengan-Nya. Lihat apa yang terjadi di sini." ujar Luber.
“Yehonatanku, hidupku, kekasihku. Betapa Anda sangat mencintai tanah ini; seberapa sering Anda membicarakannya. Anda tidak pernah melihat apa pun di luar Israel dengan mata kepala Anda sendiri. Anda tidak akan bersedia kembali ke rumah sampai Anda menyelesaikan semuanya, bahkan berdebat dengan komandan Anda untuk menjadi orang pertama yang menjadi sukarelawan untuk bertugas di Gaza," ungkap Luber.
Baca Juga: Takut Mati Dibantai Hamas, Remaja Israel Tolak Wajib Militer dan Pilih Dipenjara 30 Hari
Itu merupakan bentuk kekecewaan Luber yang sedih dan kini menyandang status janda karena suaminya tewas dibantai Hamas . Putranya pun menjadi anak yatim karena kalah perang melawan Hamas. Status Luber menjadi janda pun menambah jumlah perempuan Israel menyandang status baru tersebut.
“Yehonatan, doakan kami berhasil,” katanya saat pemakamannya di Pemakaman Militer Mount Herzl di Yerusalem. “Hubungan Anda dengan Tuhan sangatlah penting; sekarang kamu dekat dengan-Nya. Lihat apa yang terjadi di sini." ujar Luber.
“Yehonatanku, hidupku, kekasihku. Betapa Anda sangat mencintai tanah ini; seberapa sering Anda membicarakannya. Anda tidak pernah melihat apa pun di luar Israel dengan mata kepala Anda sendiri. Anda tidak akan bersedia kembali ke rumah sampai Anda menyelesaikan semuanya, bahkan berdebat dengan komandan Anda untuk menjadi orang pertama yang menjadi sukarelawan untuk bertugas di Gaza," ungkap Luber.
Baca Juga: Takut Mati Dibantai Hamas, Remaja Israel Tolak Wajib Militer dan Pilih Dipenjara 30 Hari
Lihat Juga :