Pemimpin Hamas di Gaza: Para Pejuang Hancurkan Tentara Israel, Tak akan Menyerah
Selasa, 26 Desember 2023 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: AS Terjebak di Laut Merah, Harus Siap Hadapi Penutupan Selat Gibraltar
Sinwar menambahkan pejuang Palestina, yang menggunakan taktik perang gerilya, seperti penembak jitu, rudal anti-tank dan alat peledak, telah merusak seluruhnya atau sebagian dari 750 kendaraan lapis baja Israel, termasuk tank.
“Brigade Izzudin al-Qassam sedang melakukan pertempuran sengit dan belum pernah terjadi sebelumnya melawan pasukan pendudukan Israel,” ungkap Sinwar, dilansir Al Jazeera.
Dia menambahkan, “Brigade al-Qassam menghancurkan tentara Israel dan akan terus melakukannya, dan mereka tidak akan tunduk pada syarat pendudukan.”
Brigade al-Qassam adalah faksi Palestina terbesar yang memerangi Israel di Gaza. Kelompok lainnya termasuk Saraya al-Quds (sayap bersenjata Jihad Islam) dan Brigade Abu Ali Mustafa yang lebih kecil, yang bersekutu dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina yang berhaluan kiri.
Laporan surat tersebut muncul di tengah pembaruan pembicaraan tidak langsung antara Hamas dan Israel mengenai gencatan senjata.
Israel dilaporkan mengusulkan penghentian sementara pertempuran di mana sekelompok warga Israel dapat dibebaskan dari Gaza dengan imbalan pembebasan beberapa tahanan Palestina.
Sinwar menambahkan pejuang Palestina, yang menggunakan taktik perang gerilya, seperti penembak jitu, rudal anti-tank dan alat peledak, telah merusak seluruhnya atau sebagian dari 750 kendaraan lapis baja Israel, termasuk tank.
“Brigade Izzudin al-Qassam sedang melakukan pertempuran sengit dan belum pernah terjadi sebelumnya melawan pasukan pendudukan Israel,” ungkap Sinwar, dilansir Al Jazeera.
Dia menambahkan, “Brigade al-Qassam menghancurkan tentara Israel dan akan terus melakukannya, dan mereka tidak akan tunduk pada syarat pendudukan.”
Brigade al-Qassam adalah faksi Palestina terbesar yang memerangi Israel di Gaza. Kelompok lainnya termasuk Saraya al-Quds (sayap bersenjata Jihad Islam) dan Brigade Abu Ali Mustafa yang lebih kecil, yang bersekutu dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina yang berhaluan kiri.
Laporan surat tersebut muncul di tengah pembaruan pembicaraan tidak langsung antara Hamas dan Israel mengenai gencatan senjata.
Israel dilaporkan mengusulkan penghentian sementara pertempuran di mana sekelompok warga Israel dapat dibebaskan dari Gaza dengan imbalan pembebasan beberapa tahanan Palestina.
Lihat Juga :