Negara Arab Ini Tangkapi Demonstran Pro-Palestina, Termasuk Anak-anak

Senin, 25 Desember 2023 - 12:11 WIB
loading...
Negara Arab Ini Tangkapi...
Pasukan Bahrain tangkapi demonstran pro-Palestina termasuk anak-anak di bawah umur. Bahrain merupakan salah satu negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel. Foto/REUTERS
A A A
MANAMA - Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) mengungkap bahwa pasukan Bahrain telah menangkapi sejumlah orang yang terlibat dalam demo pro-Palestina di seluruh negeri. Mereka yang ditangkap termasuk anak di bawah umur.

Menurut laporan Human Rights Watch (HRW), tindakan keras pasukan negara Arab tersebut bahkan telah meluas ke mereka yang terlibat dalam advokasi pro-Palestina secara online sejak bulan Oktober—ketika Israel melancarkan perang genosida yang sedang berlangsung terhadap Gaza, menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober.

HRW mengatakan bahwa pada 15 Desember, pihak berwenang di kerajaan Teluk tersebut telah menangkap sedikitnya 57 orang, termasuk 25 anak-anak, dengan setidaknya satu orang menjadi sasaran karena postingan media sosial mereka.

Baca Juga: Perang Gaza Memanas, 14 Tentara Israel Tewas Dibantai dalam Sehari

Dari jumlah tersebut, 36 orang, termasuk 23 anak-anak, belum dibebaskan.

Dalam sebah wawancara, yang dilansir Middle East Monitor, Senin (25/12/2023) HRW mengaku telah mengonfirmasi penangkapan para demonstran dan anak-anak.

“Pemerintah Bahrain telah mengaktifkan sistem represif mereka tidak hanya terhadap kritik damai terhadap pemerintahan otokratis mereka tetapi juga terhadap warga Bahrain yang menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina yang menghadapi pengeboman, kelaparan, dan apartheid,” kata Niku Jafarnia, peneliti HRW Bahrain dan Yaman.

“Pemerintah Bahrain jelas menunjukkan keberpihakan dengan negara-negara lain di kawasan ini dengan memenjarakan anak-anak karena aktivisme damai.”

Kelompok American for Democracy and Human Rights in Bahrain (ADHRB) juga melaporkan bahwa beberapa dari mereka yang ditangkap menjadi sasaran penyiksaan psikologis dan fisik untuk mendapatkan pengakuan secara paksa.

Seorang perempuan mengatakan bahwa putranya yang berusia 15 tahun telah ditangkap meskipun dia tidak ikut serta dalam protes apa pun.

Dia dan teman-temannya terjebak di tengah protes dan ditangkap oleh polisi antihuru-hara. “Tidak ada alasan bagi mereka untuk menangkapnya,” katanya. “Penangkapan acak ini menghancurkan masa depannya.”

Bahrain termasuk di antara empat negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada tahun 2020 berdasarkan Perjanjian Abraham yang ditengahi Amerika Serikat.

"Penindasan mereka terhadap pidato pro-Palestina adalah contoh terbaru dari penindasan sistematis yang dilakukan pihak berwenang terhadap kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berkeyakinan,” kata HRW.

ADHRB menegaskan bahwa pemerintah Bahrain menolak untuk mewakili orientasi warga negaranya, yang telah menyatakan penolakan mereka terhadap perjanjian tersebut dan dukungan jelas mereka terhadap Palestina serta perjuangannya.

Bulan lalu, ADHRB mengutuk penggunaan represi melalui kekerasan senjata terhadap warga negara yang dilakukan oleh Pemerintah Bahrain, yang diwakili oleh MOI (Kementerian Dalam Negeri) dan selanjutnya mengecam penangkapan warga negara dengan alasan menggunakan hak kebebasan berekspresi mereka.

Pemerintah Bahrain belum berkomentar atas laporan penangkapan terhadap para demonstran pro-Palestina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Nah, Tak Ada Agenda...
Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini
Rekomendasi
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Bawakan Lagu Goal, Lisa...
Bawakan Lagu 'Goal', Lisa BLACKPINK Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved